Saturday, 5 October 2019

Mengenal Lebih Jauh Tentang Wakaf Produktif Bersama Dompet Dhuafa


Mengenal Lebih Jauh Tentang Wakaf Produktif Bersama Dompet Dhuafa


WakeUp! Wakaf...

Apa sih yang terlintas dipikiran ketika mendengar kata wakaf?

Iyess wakaf memang belum sefamiliar infak, sedekah atau zakat. Bayangan yang terlintas dibenak sebagian masyarakat kalau berwakaf tuh tidak jauh dari kata 3M (Masjid, Makam, Madrasah). Bener banget sih selama ini saya juga lebih sering mendengar tentang wakaf ya seputaran 3M.
Wakaf di identikan sebuah donasi yang diperuntukan menunjang sarana ibadah.

Alhamdulillah pada hari Rabu (02/10/2019) saya berkesempatan untuk mengikuti acara Blogger Meet Up yang diadakan oleh Dompet Dhuafa yang mengangkat tema mengenai wakaf produktif dan juga mengunjungi Bumi Pengembangan Insani Sekolah Smart Ekselensia Indonesia, Sekolah E-Tahfidz, Sekolah Literasi Indonesia, Pusat Sumber Belajar, PAUD & Sekolah Guru Indonesia lalu dilanjutkan ke Rumah Sehat Terpadu yaitu rumah sakit yg diprioritaskan untuk kaum dhuafa di sekitar Parung, dan juga Masjid Zona Madina yang terdiri dari bangunan Masjid untuk beribadah, aula untuk kegiatan, Jampang Village dan minimarket Dayamart.



Turut hadir juga para narasumber antara lain Bapak Yuli Pujihardi selaku Direktur Mobilisasi ZIS Dompet Dhuafa dan Direktur Kawasan Zona Madina Dompet Dhuafa, bapak Boby P. Manulang selaku General Manager Wakaf Dompet Dhuafa dan Ustad syafii selaku Direktur DD Pendidikan.

Tinggal di negara muslim terbesar wakaf sangat penting tapi kenyataannya hampir puluhan bahkan ratusan tahun wakaf seperti mati suri. Untuk itulah Dompet Dhuafa sebagai organisasi nirlaba terkemuka di Indonesia ingin mengangkat dan lebih memperkenalkan tentang wakaf ke khalayak dengan program pemahaman tentang wakaf produktif.

Secara perlahan tapi pasti Dompet Dhuafa ingin merubah mindset masyarakat tentang wakaf, yang selama ini masih beranggapan kalau :

  • Wakaf itu identik dengan ibadahnya orang kaya
  • Wakaf lazim dikerjakan untuk bilangan besar, misalnya malu bila wakaf hanya dengan uang Rp. 100.000,- saja jadi mending masukkan ke kotak masjid saja atau malu ah kalau hanya menyumbang semen hanya 2 sak.
  • Karena tidak wajib Sehingga orang menjadi malas untuk berwakaf, beranggapan wakaf belum menjadi prioritas lebih mengutamakan sedekah.

Program Wake Up wakaf lebih diutamakan untuk perkembangan literasi, agar masyarakat lebih tahu tentang manfaat dan keutamaan wakaf. Dan wakaf ingin perkenalkan seindah sedekah dan zakat. Jadi berwakaf itu tidak perlu menunggu kaya atau memiliki uang hingga ratusan juta. Hanya dengan sejumlah Rp. 10.000,- atau Rp. 20.000,- kita sudah bisa berwakaf. Tonggak sejarah wakaf itu adalah kisah Ustman bin Affan sahabat Rasulullah SAW yang dikenal kedermawanannya.

Macam-macam wakaf terdiri dari:
Dari Segi Sasaran :
  • Wakaf Publik, ditujukan kepada masyarakat umum.
  • Wakaf Privat (keluarga), ditujukan kepada keluarga pewakaf (wakif)
  • Wakaf musytarak, gabungan antara wakaf publik dan wakaf privat.

Dari Segi Waktu:
  • Wakaf selamanya (abadi) misalnya wakaf tanah
  • Wakaf sementara, yaitu wakaf yg dibatasi waktunya oleh usia harta atau atas kemauan pewakaf.

Dari Segi Penggunaan :
  • Wakaf langsung seperti masjid, sekolah, rumah sakit dan lain-lain
  • Wakaf investasi, yaitu harta wakaf diusahakan untuk mendatangkan surplus dimana surplus tersebut yang dimanfaatkan sesuai sasaran wakaf.

Dompet Dhuafa terdapat 5 pilar wakaf, antara lain:
  1. Pendidikan. Dengan mendirikan sekolah dan pesantren untuk para kaum dhuafa
  2. Sosial kemanusiaan. Membangun beberapa layanan kesehatan seperti rumah sakit di beberapa daerah di Indonesia.
  3. Kesehatan. Mengembangkan layanan kesehatan berbasis wakaf yang di kelola secara efektif pembiayaannya.
  4. Ekonomi. Dengan gagasan pemberdayaan dhuafa berbasis minimarket.
  5. Dakwah dan budaya. Membangun wisma muallaf dan juga menyediakan tempat aula untuk kegiatan seperti Jampang Village.



Smart Ekselensia Indonesia

Saat visit ke area Sekolah Smart Ekselensia dan sekitarnya saya sangat kagum dengan kreatifitas para siswa disana. Para siswa berasal dari berbagai daerah yang berjuang mengikuti berbagai ujian seperti test secara tulis, tes psikologi, wawancara dan home visit sampai mereka akhirnya di terima sebagai siswa tanpa harus mengeluarkan biaya hingga mereka lulus nanti.





Para pengajarnya Sekolah Smart Ekselensia Indonesia lulusan pascasarjana atau S2, 90% para siswanya mampu menembus perguruan tinggi negeri.



Sebagai informasi saja para siswa di sekolah Smart Ekselensia dan juga Sekolah E-Tahfidz semuanya laki-laki. Di area sekolah juga terdapat gedung perpustakaan digital donasi dari HERO Pasar Swalayan untuk Dompet Dhuafa Pendidikan. Mengunjungi beberapa ruang belajar siswa juga lengkap dengan berbagai fasilitas yang ada seperti ruang komputer.
Yg bersekolah dibiayai sepenuhnya, lulusannya bisa menembus perguruan tinggi




Rumah Sakit Rumah Sehat Terpadu

Mengunjungi area rumah sakit Rumah Sehat Terpadu kesan pertama saya luas dan bersih. Saya beserta rombongan saya karena kita dibagi beberapa team. Begitu masuk ke lobby rumah sakit langsung di sambut oleh bapak Afdal Permana selaku Marketing Komunikasi rumah sakit Rumah Sehat Terpadu.

Bapak Afdal banyak memberikan informasi tentang LKC singkatan dari Layanan Kesehatan cuma-cuma. Rumah sakit Rumah Sehat Terpadu sangat terbuka untuk para dhuafa tanpa ada batasan.
Bila pasien tidak mempunyai identitas maka akan disurvei.



Luas area rumah sakit Rumah Sehat Terpadu sekitar 7800 M2, tersedia 16 poliklinik spesialis. Rumah sakit Rumah Sehat Terpadu sudah terakreditasi paripurna, walaupun masih golongan kelas C tapi pelayanan yang diberikan sama seperti rumah sakit bintang 5.
Selalu berusaha memberikan pelayanan terbaik pada pasien.

Pengobatan di rumah sakit Rumah Sehat Terpadu memberikan pelayanan bagi para member, anggota BPJS dan juga umum. Untuk menjadi member cukup dengan syarat membawa fotocopy KTP dan Kartu Keluarga.
Member akan mendapatkan pengobatan selama 2 tahun secara gratis. 



Bahkan anggota member yang kebanyakan lansia bila tidak mempunyai BPJS dibuatkan oleh pihak rumah sakit dan iurannya juga dibayarkan agar bisa terus menerima pengobatan. Bahkan pihak rumah sakit menyediakan pasien anter jemput, seperti pasien cuci darah.

Untuk penerimaan anggota BPJS sudah ada dari tahun 2014, sedangkan untuk pasien umum dan asuransi baru dibuka di tahun 2019. Kunjungan pasien bisa mencapai 100 pasien per-hari, sedangkan pasien rawat jalan bisa mencapai 700 pasien per-hari. Sedangkan untuk pasien cuci darah (Hemodialisa) sekitar 20 pasien per-hari.



Selain rumah sakit Rumah Sehat Terpadu ternyata ada bangunan lain yaitu rumah sakit Qatar Charity yang baru akan diresmikan bulan depan. Rumah sakit Qatar Charity lebih mengutamakan memberikan pelayanan gratis untuk para hafidz Qur’an, marbot, dan ustad.

Tidak ada kata terlambat untuk berwakaf, semoga program wakaf produktif Dompet Dhuafa mampu menggerakkan sejuta wakif.


#BahagiaBerwakaf
#WakeUpWakaf
#BloggerMeetUpWakafParung



No comments:

Post a Comment

Mohon jangan berkomentar SPAM, terimakasih.