Friday, 5 June 2026

Seberapa Berartinya Anabul di Matamu

 


Makhluk berbulu itu adalah seekor kucing, yang tanpa sengaja masuk dalam kehidupan saya, yang sebelumnya sangat takut bahkan sekedar terkena hempasan ekornya.

Punya kucing pertama, tanpa disengaja karena almarhum suami saya menolong anak kucing yang ingin dibuang oleh pemilik rumah, saat saya masih tinggal di wilayah Srengseng, Jakarta Barat.

Kucing berjenis mixdom Himalayan ini tumbuh tanpa kasih sayang saya, karena saat itu saya masih belum berani memegangnya. Hanya suami saya yang sangat menyayanginya saat itu.

Kucing pertama saya ini dikasih nama Cemong oleh almarhum suami saya, karena bentuk hidungnya dan warna bulunya yang bercampur hitam..



Kehadiran Cemong menghibur kehidupan kami, perannya sudah seperti anak kandung. Cemong menemani saya berpindah tempat hingga 3 daerah. Cemong sudah menemani kami (saya dan suami) selama kurang lebih 4 tahun, hingga kejadian tragis yang merenggut nyawanya.

 

Cemong Family

Untuk menemani Cemong di rumah, sekitar tahun 2019 saya dan suami mengadopsi kucing betina yang kami beri nama Chibi. Chibi merupakan kucing jenis Persia. 



Bersama Cemong lahirnya anak-anak imut yang mulai ramai meneani kami. Ada Kimmy, Hiro, Cika, Kyra, Ciko, Cio, Cia, Chiro, Snowy, Miki hingga Zio.

 

Di Tinggal Almarhum Suami

Phase terberat dalam hidup saya Adalah Ketika kehilangan almarhum suami setelah bangkit dari kehilangan kedua orang tua. 3 tahun saya baru bisa menata hidup lagi, bisa menikmati makanan lagi. Kepergiannya yang terlalu cepat masih terasa mimpi.

Otomatis semua tanggung jawab kehidupan ada dipundak saya semua. Paska kepergian suami, anak bulu lagi diposisi 11 ekor. Selama setahun saya bisa menghandle sendiri, selepas itu saya gak sanggup karena harus sibuk mencari rezeki untuk menunjang kehidupan.



Dengan berat hati saya bekerja sama dengan beberapa petshop untuk open adopsi anabul. Sampai sekarang masih suka sedih kalua ingat anak-anak yang harus terpisahkan. Dalam hati selalu terselip doa untuk mereka semoga baik-baik saja kondisinya, dan saya selalu meminta maaf sama para anabul.

“maafin bunda ya nak, tidak bisa lagi menjagamu dengan sepenuhnya.”

 


Hati saya mengharu biru menulis ini. Saat ini hanya ada Zio semata wayang yang menemani saya dan beberapa stray cat yang datang silih berganti, untuk sekedar minta makan dan stay di luar.

Dari sekian banyak stray cat yang singgah d rumah hingga melahirkan beberapa anaknya, semuanya kucing oyen yang dibilang banyak orang sebagai kucing yang bar-bar. Tapi oyen yang singgah dirumah saya semua anak baik. Mereka semua punya kenangan baik yang gak bisa saya lupakan.



Ada 1 oyen yang sampai sekarang saya masih suka sedih kalau mengingatnya. Oyen dengan bentuk garis tubuhnya yang unik. Saya sudah mengenalnya dari kecil, dia kuat bertahan jadi kucing jalanan yang biasa stay di sekitar mushala area perumahan tempat tinggal saya.

One day .. Setelah dewasa dia baru mau datang kerumah saya. Bahagianya saya!

Sampai suatu Ketika saya dapat kabar buruk dari tetangga, kalau oyen sudah terbujur kaku di bawah mobil tetangga. Dan sedihnya saya gak bisa lihat keadaannya di hari terakhir oyen. Sedih banget kalau ingat momen itu.

Terlepas oyen pergi karena apa, saya hanya bisa berharap oyen pergi bukan karena dijahati orang. Karena ada orang-orang yang jahat sama kehadiran kucing liar. Andai oyen dijahati oleh orang itu semoga Tuhan memberikan balasan setimpal dengan kejahatan yang sudah dia lakukan!

Doa terbaik untuk anabul kesayangan yang pernah hadir dalam hidup saya. Semoga Allah memberikan jalan rezeki seluas samudera agar saya masih bisa terus menebar kebaikan untuk para anak bulu, walau hanya dengan sedikit bantuan makanan untuk mereka.


No comments:

Post a Comment

Mohon jangan berkomentar SPAM, terimakasih.