Thursday, 17 September 2015

KABUT ASAP KIAN PEKAT, SISWA DI PONTIANAK MELAKSANAKAN SHALAT ISTISQA





Para siswa melakukan shalat istisqa (dok. pribadi)


Hari ini dampak kabut asap di kota Pontianak, Kalimantan Barat semakin mengkhawatirkan. Jarak pandang di kota Pontianak hanya 20-50 meter. Akibat jarak pandang di jalan raya yang semakin pendek hingga para pengguna kendaraan bermotor harus menyalakan lampu di siang hari. Sekolah-sekolah sudah mulai diliburkan, dapat info dari keponakan saya yang berdomisili di kota Pontianak, hari Rabu kemarin (16/09/2015) disekolah para siswa beserta para guru yang berada dibawah Kementrian Agama melaksanakan sholat istisqa atau shalat meminta hujan secara bersamaan.

Bencana kabut asap di beberapa daerah di Indonesia memang sangat mengganggu aktifitas para warga, terutama yang berdomisili di kepulauan Kalimantan dan Sumatera. Bahkan imbas kabut asap sudah sampai ke negara tetangga yaitu Singapura dan Malaysia. 


Kabut asap di Singapura (sumber gambar)
Bencana kabut asap terjadi bertahun-tahun tanpa ada solusi terbaiknya, bencana kabut asap terbesar terjadi pada tahun 1997. Dampak kabut asap menyebabkan pencemaran udara yang sangat berbahaya untuk kesehatan.

Kebakaran hutan terjadi karena adanya aksi pembakaran yang dilakukan untuk membuka lahan baru. Memang kegiatan pembakaran hutan adalah merupakan cara termudah dan cara yang paling murah untuk pembukaan lahan baru, tapi apakah dampak panjangnya ini pernah terpikirkan oleh para pelaku pembakaran hutan ini, semoga pemerintah bisa segera mengatasi situasi buruk ini.

Imbas pembakaran hutan ditambah cuaca yang panas membuat kepekatan kabut asap semakin hari semakin tebal. Upaya pemadaman titik api yang dilakukan masyarakat tidak akan berjalan maksimal karena tidak menjangkau keseluruh lokasi lahan yang terlalu luas, diperlukan teknologi semacam water bombing untuk hasil maksimal untuk memadamkan titik api hingga kesumbernya. Karena yang terbakar kebanyakan adalah lahan gambut yang sangat sulit dipadamkan, kondisi udara yang berkabut asap akan berlangsung lama apabila hujan yang diharapkan tidak segera turun. 

Suasana di daerah Putussibau Kalimantan Barat (dok.pribadi)

Kegiatan di bandara udara Supadio Pontianak juga nyaris lumpuh, karena ketebalan asap yang semakin parah hingga mengganggu penerbangan. Begitu juga para nelayan yang tidak berani melaut karena dampak kabut asap ini sangat membatasi kinerja mereka. Hal ini sangat berdampak buruk pada sektor perekonomian pada wilayah yang terkena dampak kabut asap.


dok.pribadi

Dampak lain dari bencana kabut asap ini juga sudah mulai berjatuhan dengan banyaknya masyarakat setempat, terutama anak-anak yang sangat rentan menderita ISPA (Infeksi Saluran Pernafasan Akut) yang harus segera mendapatkan penanganan medis dirumah sakit terdekat.

Semoga segera ada solusi terbaik untuk mengatasi bencana nasional ini yang selalu terulang. Semoga ditahun depan tidak ada lagi bencana kabut asap menimpa negara kita. Semoga pemerintah bisa memberikan solusi terbaik bagi para pembuka lahan tanpa harus melakukan pembakaran hutan.
 
#SaveHutanIndonesia
#BloggerMuslimah
#SpecialBlogWalking



48 comments:

  1. Semoga permasalahan asap akan segera selesai dan kehidupan disana bisa menghirup udara yang bersih lagi ^^

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin. .semoga ya mba titis kasian mereka terutama anak2 yg msh rentan bgt phisiknya.. trimakasih mb titis n mba fathin :)

      Delete
  2. Ini bener - bener negeri diatas awan ya mba... atau mirip - mirip sama serial Twilight yang lokasinya ngga ada matahari... huhuhhuhuuu. Semoga cepat padam semua api di semua wilayah Indonesia ini ya... Dan tentunyaaa para perusahaan dan pengusaha bertanggung jawab. Salam kenal mba Ria. Have a nice day.

    ROOSVANSIA | LOVE LIFE & MAKEUP JOURNAL

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya smoga mslh kabut asap ini cpt tuntas ya mba biar warga bs segera menghirup udara yg bersih lg...trimakasih kunjungannya mba Roosvansia n slm knl jugaa ;)

      Delete
  3. di kalimantan selatan juga kabut asap terasa semakin mengganggu
    saya sudah mulai terserang batuk-batuk
    kok para pembakar hutan itu sama sekali tidak peduli
    apakah mereka tidak punya keluarga ya... heran

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hi mba nove Kalimantan selatannya dmna tepatnya, smoga kabut asapnya segera reda yaa doa kami smua dsini slalu menyertai tmn2 dsana smoga cpt mndptkn solusi trbaik :)

      Delete
  4. kalau yang berbicara adalah ketamakan pada dunia..sulit membujuk penguasa dan pengusaha untuk berbaik hati melakukan cara-cara patut dalam meraih rezeki..kecuali yg berbicara adalah keimanan..maka aturan kemasyarakatan yg mendorong manusia jadi baik itu penting sekali..sebenarnya aturan Islam mampu memberikan aturan ttg pendidikan, ekonomi, perpolitikan dan lainnya untuk mewujudkan orang-orang terbaik dengan prilaku baik..hanya saja penguasa masih enggan mencari solusi dalam Islam..padahal mereka muslim..heran juga mbak

    ReplyDelete
  5. Smua kembali ke hati nurani ya mba eva, seandainya keimanan bs mnjaga keinginan nafsu duniawi tentu ga bakal trjadi musibah ini ya..trimakasih kunjungannya n slm knl mba :)

    ReplyDelete
  6. Wah, langsung dari TKP. Mudah-mudahan bisa segera lebih baik, ya, Mbak ... Allohumma Aamiin.

    Salam santun dari Yogyakarta

    ReplyDelete
    Replies
    1. slm santun jg dr jakarta mba, trimakasih atas kunjungannya ya :)

      Delete
  7. Tanah kelahiran saya ini. Setiap tahun, masalah kabut asap tidak kunjung terselesaikan :(.

    Btw ini Kunjungan perdana saya. Salam kenal mbak. Salam Anak Bumi Khatulistiwa.

    ReplyDelete
    Replies
    1. semoga mslh kabut asap bs segera terselesaikan ya mba oka, trimakasih atas kunjungannya mba, slm knl jg :)

      Delete
  8. harusnya Indonesia indah :(
    kalau ga ada kabut asap
    #marimelawanasap

    ReplyDelete
    Replies
    1. mari selamatkan hutan Indonesia mba, btw mba zilqiah kmren dpt voucher jg ya, slmt ya mba :)

      Delete
  9. Iya mba..adikku yang tinggal di pontianak bilang kalau ini kabut asap parah banget. Tumbuhan sampe pada mati

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya mba driani keponakanku jg yg ngajar dan sekolah pd mulai ga bs aktifitas lg krna kabut asapnya sdh sgt mengganggu kesehatan, smoga cpt teratasi ya mba..trimakasih kunjungannya mb driani n slm knl :)

      Delete
  10. Semua karena kerakusan manusia mencari harta, kasihan Indonesia

    ReplyDelete
    Replies
    1. yukk canangkan #SaveHutanIndonesia... karena hutan adalah pori2 dunia apalagi di pulau kalimantan yg hutannya luas ..slm mas sriyono trimakasih atas kunjungannya :)

      Delete
  11. Sedih ya.
    Kasian anak-anak pun jadi korban karenanya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ia kasian bgt mb angga, smoga bs cpt teratasi ya :)

      Delete
  12. semoga ini asap yg terakhir dan segera ditemukan solusinya ya mba...amiiinnn...

    ReplyDelete
  13. kasihan aku dengan keadaan masyarakat yang terkena asap ini. tapi baru tahu kalau asap nya juga sampai ke negeri tetangga singapura loh. ckckckk.. #indonesia

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sampe jg ke malaysia & singapore mba asti, bahkan masyarakat malaysia smpe membuat meme utk sindiran mengenai kabut asap,,tp ada kbr jg yg melakukan pembakaran slh satunya prshaan malaysia wktu itu prnh dbhs wktu pertemuan wakil presiden yusuf kalla dg petinggi malaysia sy lupa siapa, blm tau bnr tdk kbr itu, klo benar psti ada tindakn..smoga cpt selesai mslh kabut asap ini yah :)

      Delete
  14. Dari tahun ke tahun, kebiasaan membuka lahan dengan membakar masih saja berlangsung ya Mbak. Kalau mikir ini, saya bingung bagaimana kita bisa bebas dari kabut asap, ya .... yah mudah2an saja ada itikad baik dari pemeritah saat ini untuk menindak tegas

    ReplyDelete
    Replies
    1. karena dgn cara itu bs menekan biaya mba n plg murah..smoga aja pemerintah bs mmberikan solusi terbaik ya biar tdk ada lg musibah kabut asap :)

      Delete
  15. Ya Rabb.. aku gak kebayang sodara2 kita disana, semoga senantiasa di berikan kesehatan dan perlindungan. Semoga asap tebalnya segera hilang. Amiin.

    ReplyDelete
    Replies
    1. aamiin smoga kabut asap segera berlalu ya han, kbr terakhir hr ini kabut msh tebal say..kasian bgt pd susah beraktifitas :(

      Delete
  16. Assalamualaikum mba ria salam kenal dari banjarmasin.. disini jg msh kabut tp msh ga tentu kdg tebel kdg ga ada.. mudah2an segera hilang ya..

    ReplyDelete
    Replies
    1. wasalaikumsalam mba ruli slm knl jg yaa dr jkt..semoga segera hujan ya mba ruli biar menghapus kabut asapnya :)

      Delete
  17. Semoga hujan disana segera turun, mematikan pembakaran lahan. Semoga yang melakukan pembakaran juga segera sadar, dan tak ada lagi yang melakukan pembakaran hutan hanya demi keuntungan diri sendiri. Aamiin...

    ReplyDelete
    Replies
    1. aamiin teh amy..smoga ya..mksih teh sdh berkunjung :)

      Delete
  18. Semoga asap disana cepat hilang ya.

    Terima kasih sudah ikutan BW

    ReplyDelete
    Replies
    1. trimaksih jg teh lis sdh meninggalkan jejak :D

      Delete
  19. Mampiiirrr... hehe. Mama mertua saya di Pontianak juga Ria.

    ReplyDelete
    Replies
    1. mama mertua asli sana ya mba vi, kk iparku jg asli sana mba :) ..oiya dpt kbr barusan sh ktnya udh ga tebal lg asapnya jd anak2 sekolah sdh pd mulai masuk,,, alhamdulillah ya :)

      Delete
  20. Sedih banget liatnya....kapan ya pemerintah menyelesaikan masalah kabut asap ini...

    ReplyDelete
    Replies
    1. kita doakan saja mb ika smoga cpt hilang kabut asapnya supaya sodara2 kita disana bs menghirup udara bersih lg ya :)

      Delete
  21. Ada anak kecil yang kena radang paru-paru gegara kabut asap ini, sedih pastinya. Mengapa enggak ditindak tegas saja mereka ini, pemerintah kurang cepat bekerja, jadi gemes

    ReplyDelete
    Replies
    1. emang bikin gemes ya mba nunggu korban berjatuhn dl baru respon dh :(

      Delete
  22. Miris bgt...anak2 tak berdosa jadi korban... smg Allah sudahi bencana ini...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin smoga cpt tuntas ya mb nani ..

      Delete
  23. Kota saya ini mbak, memang asap sering melanda daerah pontianak. Sudah hampir setiap tahun. Tapi entah kenapa penanganannya tidak efektif dan selalu berlanjut dari tahun ke tahun.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Smoga cpt teratasi ya mas ibrahim mslh kabut asapnya :)

      Delete
  24. Replies
    1. alhamdulillah sdh mulai hujan mba, semoga segera hilang kabut asapnya ya :)

      Delete

Mohon jangan berkomentar SPAM, terimakasih.