Sunday, 26 November 2017

Wanita Rentan Terkena Diabetes


Wanita Rentan Terkena Diabetes


Kesehatan merupakan faktor utama yang diinginkan oleh setiap orang, karena dengan badan dan jiwa yang sehat kita bisa melakukan segala aktifitas kehidupan dengan rasa nyaman. Bila kesehatan kita terganggu maka aktifitas kita juga akan terkendala.


Penyakit menular merupakan penyakit yang sangat ditakuti, tapi kini seiring berjalannya waktu penyakit tidak menular pun sangat mengancam jiwa dan juga merupakan masalah kesehatan dunia seperti penyakit stroke, hipertensi,obesitas sentral, diabetes mellitus. Salah satu penyakit tidak menular yang ingin saya bahas kali ini adalah penyakit kencing manis atau diabetes.

Dalam keluarga saya ada kakak lelaki saya yang sekarang menderita penyakit diabetes, padahal bapak dan ibu saya bukan penderita diabetes. Waktu saya masih usia sekolah pernah mendengar saudara dari pihak ibu saya yang menderita sakit diabetes bahkan sampai mengalami amputasi pada kakinya. Duh serem banget, dulu sih saya mengetahui infonya kalau penyakit kencing manis atau diabetes itu karena suka konsumsi makanan yang manis, benar gak yah!




Selasa (21/11/2017) saya bersama rekan blogger dan media turut hadir pada acara media briefing yang bertema Wanita dan Diabetes, dalam rangka Hari Diabetes Sedunia 2017 yang berlokasi di Ruang Rapat Gedung B Lantai 2, Ditjen P2P – Jakarta. Turut hadir dr. Farid kurniawan, selaku divisi Endokrinologi dan Metabolisme Departemen Penyakit Dalam FKUI RS. Ciptomangunkusumo. Dr. Subuh, MPPM, selaku Direktur Jenderal P2PTM Kemenkes RI, dan Dr. Soemaryati Aryoso.


Pada saat ini akan dibahas tentang diabetes pada perempuan hamil, yang disebut Diabetes Gestasional. Saya merasa sangat beruntung sekali mendapat kesempatan hadir disini, sangat tematik dan pas banget buat saya agar saya juga dapat berbagi informasi lebih banyak pada sesama rekan perempuan diluar sana.

Kini tren diabetes tidak hanya diderita oleh kelompok usia tua, tetapi sudah bergeser ke kelompok usia muda dan produktif. Akibat pergeseran ini tentu saja banyak wanita reproduktif yang mengidap diabetes. Hingga saat ini 2 dari 5 wanita berusia reproduktif menderita diabetes dengan jumlah lebih dari 60 juta wanita di seluruh dunia. Wanita yang tergejala diabetes harus intervensi diet dan pola gaya hidup yang sehat. Di Indonesia hampir 11 juta penderita diabetes.




Menurut data International Diabetes Federation, hingga saat ini sebanyak 199 juta wanita di seluruh dunia menderita diabetes, dan angka ini diproyeksikan akan meningkat hingga 313 juta wanita di tahun 2040. Penyakit diabetes menjadi penyebab kematian nomor 9 pada wanita di seluruh dunia. Adapun jumlah kematian wanita akibat diabetes sebesar 2,1 juta jiwa setiap tahunnya. 90% kasus diabetes pada wanita hamil merupakan kasus diabetes gestasional.

Wanita yang terkena diabetes umumnya sulit hamil atau mengalami kesulitan selama proses persalinan. Jika tidak didukung dengan perencanaan pre-konsepsi, diabetes dapat menyebabkan mordibitas dan mortalitas pada ibu dan bayi. Selain diabetes tipe 1 dan tipe 2, diabetes gestasional juga secara unik memengaruhi wanita pada masa kehamilan. Pada umumnya mengalami komplikasi saat proses persalinan dan cenderung melahirkan bayi dengan berat badan berlebih, atau melahirkan bayi prematur atau cacat fisik. Sebagai wanita kita harus aware karena 90% penderita diabetes gestasional tidak ada gejalanya.

Pemerintah dalam mencegah bertambahnya penderita penyakit diabetes turut mencanangkan GERMAS (Gerakan Masyarakat Hidup Sehat) dengan 3 aktivitas utama yaitu peningkatan aktivitas fisik, peningkatan pembudayaan konsumsi sayur dan buah, serta deteksi dini faktor risiko PTM/skrining kesehatan berkala untuk menyaring kasus diabetes secara dini, serta kemudahan bagi masyarakat dalam mengakses layanan kesehatan untuk memutus kejadian penyakit diabetes.




Menurut Bapak HM. Subuh negara kita makanannya terkenal enak karena penggunaan bahan GGL (Gula Garam Lemak) di indonesia itu tinggi. Padahak penggunaan maksimal guka dalam sehari hanya 4 sdm dan garam 3 sdm.ada baiknya kita mencegah daripada mengobati ketika sudah terlanjur terkena penyakit. Sebaiknya sebelum hamil terapkan pola hidup sehat, jaga berat badan jangan sampai kelebihan berat badan ketika hamil.

Ibu dr. Soemaryati yang menjadi testimoni sebagai salah satu yang menderita penyakit diabetes banyak sharing tentang bagaimana beliau menjalani pengobatan. mulai dari konsumsi tablet oral dan olahraga. Diusia 71 tahun beliau masih terlihat segar, salah satu rahasianya beliau suntik insulin dulu sebelum makan. Cuma satu yang tidak bisa ditahan ibu Soemaryati yaitu beliau suka sekali nyemil. Memang salah satu kelemahan penderita diabetes adalah tidak tahan melihat makanan cemilan yang menarik.

Mari kita cegah penyakit diabetes dengan melakukan hal berikut:
  • Jaga berat badan agar tetap ideal
  • Olahraga teratur
  • Banyak konsumsi sayur dan buah
  • Hindari gula dan makanan yang mengandung gula murni
  • Batasi makanan yang berasal dari tepung dan makanan yang digoreng
  • Hindari konsumsi alkohol dan rokok
  • Kenali faktor resiko diabetes dan beraksi segera
  • Cek kesehatan secara rutin
  • Berobat sesuai dengan resep dokter.


Melalui peringatan Hari Diabetes Sedunia 2017 yang mengusung tema Woman and Diabetes, Kementerian Kesehatan terus menerus menggugah kesadaran masyarakat agar lebih peduli dan waspada terhadap bahaya diabetes dengan melibatkan semua pihak dalam upaya pencegahan dan pengendalian faktor risiko dengan perilaku hidup sehat, mampu mendeteksi gejala awal diabetes, serta memastikan masyarakat mendapatkan akses pelayanan kesehatan yang baik, tepat, dan terjangkau.

Ayo sukseskan target penurunan sepertiga kematian pada tahun 2030. 
Mari kita cegah, obati dan lawan diabetes!



4 comments:

  1. Dulu alm ibuku juga menderita diabetes karena terlalu banyak konsumsi gula. Sayangnya dulu pengetahuan masih kurang, sehingga pengobatan pun agak terlambat.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Msti ht2 mba, jaga pola makan n kesehatan ya mba, kan mba lg hamil :)

      Delete
  2. Diabetes, mematikan namun nggak kelihatan ya. Jaga pola makan ya, kunci utamanya

    ReplyDelete
  3. Gula darahku sempat naik gara-gara pola hidup dulu yang kacau. Sekrang langsung mengubah biar gak makin parah

    ReplyDelete

Mohon jangan berkomentar SPAM, terimakasih.