Friday, 9 June 2017

Bincang Santai Tentang Pancasila di Gedung Parlemen

Bincang Santai Tentang Pancasila di Gedung Parlemen

Saya yang merindukan kondisi kehidupan berkebangsaan seperti zaman saya sekolah dasar dulu, dimana kala itu rasa nasionalisme kita masih tinggi. Nilai-nilai pada Pancasila begitu melekat dalam kehidupan sehari-hari. Dengan lantangnya isi dari Pancasila selalu diucapkan secara lantang ketika upacara bendera di mulai yang menjadi kegiatan rutin di sekolah. Dan kini kenapa Pancasila seakan jauh dari pedoman kehidupan sehari-hari.

Memasuki era keterbukaan, dimana reformasi seakan menguak semua jati diri anak bangsa. Masing-masing berlomba berkata lantang, seakan kebebasan berekspresi menjadi kekuatan baru untuk mengekspresikan diri, dan kini kebebasan reformasi itu seolah sudah kebablasan, sehingga sedikit mengakibatkan ketidaknyaman. Ada masalah sedikit yang tidak terselesaikan langsung demo, gampang menyebarkan berita yang belum tentu kebenaraannya. Mudah menghasut hanya demi kepentingan pribadi, dan maraknya kriminalitas juga membuat rasa nyaman seakan berkurang.




Senin (5/6/2017) saya bersama kurang lebih 100 netizen mendapatkan kesempatan untuk mengikuti diskusi santai bersama Ketua MPR yaitu Bapak Zulkifli Hasan di gedung Nusantara IV, MPR RI. Ini merupakan kesempatan pertama saya memasuki gedung MPR dan membuat saya berdecak kagum, disini saya bisa mendapatkan informasi dan menambah wawasan kebangsaan saya. Masih dalam rangkaian Pekan Pancasila, turut hadir juga Sekjen MPR yaitu Bapak Ma’ruf Cahyono.


Bapak Zulkifli Hasan, Ketua MPR (foto:dokpri)


Bapak Zulkifli Hasan menjelaskan kembali apa itu Pancasila, Pancasila itu cinta kasih, gotong royong, kekeluargaan, kasih sayang serta saling menghargai dan menghormati satu sama lainnya. Setelah 71 tahun merdeka dan sudah reformasi koq ya masih saja kita saling adu argument, saling sikut sehingga sikap saling menghormati dan berkasih sayang antar sesama warga negara seakan makin memudar.


foto:dokpri


Media sosial menjadi ajang saling menyakiti, pertemanan bahkan persaudaraan menjadi renggang hanya karena perbedaan pilihan. Masyarakat sepertinya gampang sekali menyebarkan berita bohong atau hoax yang kebenarannya masih dipertanyakan, gampang menelan bulat-bulat berita yang ada di sosial media, sehingga berdampak pertikaian antar teman. Sudah saatnya kita move on apalagi masa kampanye pilkada sudah berlalu, jangan karena politik kita saling menyakiti atau saling menyebar kebencian.


foto:dokpri


Bapak Zulkifli berharap kami, para blogger bisa membantu menyampaikan berita yang benar di sosial media. Kembalikan lagi nilai-nilai Pancasila, kita harus bisa melawan berita yang tidak benar atau hoax dan membantu memberikan berita yang benar. Apalagi dibulan suci ramadhan ini kebenaran wajib di sebar luaskan. Sebagai media alternatif sudah saatnya kita menyampaikan kebenaran.

Pancasila sebagai salah satu dari #4Pilar negara kita diharapkan bisa menjadi dasar dari segala pola pikir, cara bersikap dan perilaku kita sehari-hari.


Bapak Ma'ruf Cahyono, Sekjen MPR (foto:dokpri)


Acara selanjutnya disampaikan oleh bapak Ma’ruf Cahyono, Sekjen MPR. Beliau membacakan puisi yang membuat saya mengharu biru yaitu tentang masihkah kita Indonesia, apakah Keindonesiaan kita telah pudar, dan hanya tinggal slogan dan gambar. 
Bhineka Tunggal Ika, berbeda-beda tapi tetap satu, itulah Indonesia.

#IniBaruIndonesia
#4Pilar
#PekanPancasila




7 comments:

  1. pupuk sifat nasionalisme sedari muda, bahkan sejak anak anak dengan menghapal butir pancasila. kalo sekolah dulu ada P4 (he..he..he ketahuan deh umur mpo). maju terus bangsaku, jangan sampai ada yang merusak atau menggoyangkan pancasila

    ReplyDelete
  2. Assallammuallaikum Mba Ria..menilik kondisi bangsa sekarang saya pribadi turun prihatin di MedSos yang ada hanya saling Caci Maki padahal yang dipermasalahkan mereka sendiri pun belum mengerti benar..hehe

    ReplyDelete
    Replies

    1. waalaikum salam mas syahran :)
      betul bgt mas, terkadang pengguna medsos gmpg sekali terprovokasi tanpa menelaah lebih dulu kebenarannya

      Delete
  3. Bener, Mba skrg anak mudanya cendrung mudah terbawa emosi dan hoax skrg banyak bertebaran dimana2. Saya juga rindu masa-masa saya sekolah.. dari SD hingga SMA. Nyamaaaan banget.

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya mba ternyata era kebebasan reformasi nya udah kebablasan sehingga terkadang gak bs membedakan mana yg benar dan enggak, smoga Indonesiaku kembali nyaman tentram seperti dulu lg ya

      Delete

Mohon jangan berkomentar SPAM, terimakasih.