Sunday, 9 October 2016

Film Wonderful Life, Pahami Dunia Anak Melalui Bahasa Mereka


Film Wonderful Life, Pahami Dunia Anak Melalui Bahasa Mereka


Melalui film yang baik kita bisa banyak mendapatkan pengetahuan selain hiburan tentunya. Dunia perfilman Indonesia sudah semakin berkembang dengan banyak hadirnya film dalam berbagai genre. Salah satu film yang akan hadir dibulan Oktober ini yaitu film Wonderful Life yang masuk dalam kategori film drama keluarga, film ini sangat inspiratif dan memberikan wawasan baru bagi para orang tua untuk lebih memahami dunia anak, apalagi bagi anak yang berkebutuhan khusus salah satunya penyandang disleksia.




Sabtu (08/10/2016) bertempat di XX1 Senayan City, saya berkesempatan menyaksikan Exclusive Preview film Wonderful Life, film besutan sutradara Agus Makkie yang berpengalaman di film dokumenter dan iklan. Film Wonderful Life dipersembahkan oleh Sariayu bersama Visinema, Creative & Co dan Kepustakaan Populer Gramedia (KPG). Kolaborasi keren ini  menghadirkan film Wonderful Life yang diadaptasi berdasarkan kisah nyata dari seorang professional papan atas dalam bidang periklanan yaitu Amalia Prabowo yang juga dituangkan dalam sebuah novel oleh Amalia Prabowo sendiri dengan judul yang sama. Naskahnya ditulis oleh Jenny Jusuf, yang pernah meraih penghargaan sebagai penulis skenario terpuji pada Festival Film Bandung 2015.

 
Presscon Pemeran Utama Atiqah Hasiholan Bersama sang suami Rio Dewanto yang berperan sebagai Produser (foto:dokpri)


TENTANG PEMERAN


Akting Atiqah Hasiholan sebagai pemeran utama difilm ini sangat bagus, karena mampu mengiring opini penonton seakan ikut merasakan apa yang terjadi melalui ekspresi wajahnya. Menurut Atiqah film ini mengingatkan tentang masa kecilnya, dan penonton pn digiring untuk memahami kebahagiaan dari kacamata anak-anak.

Akting Sinyo sebagai pemeran anak penyandang disleksia juga terlihat natural, seakan-akan saya sebagai orang awam malah mengira ia asli penyandang disleksia.

Sebagai film parenting, film ini terkesan ringan, karena terkesan hanya mengeksplore tentang kedekatan emosi antara ibu dan anak, terutama tentang bakat sang anak yang lebih di eksplor melalui hobbynya dalam bidang doodle art. Namun dalam film Wonderful Life ini tidak sekedar cerita tentang disleksia saja karena film ini banyak ingin memberikan nilai dan pesan khususnya kepada para orang tua yang harus lebih dekat dan merasakan lebih dalam setiap tantangan yang dihadapi dengan anaknya.

Film ini seolah mengajak peran serta orang tua terutama kaum perempuan khususnya untuk lebih menyadari bahwa setiap anak memiliki proses belajar yang berbeda dan mempunyai caranya sendiri, sehingga peran kita sebagai orang tua hanya bertugas untuk memfasilitasi bakat dan kelebihan anak, jangan hanya fokus pada kekurangan mereka.

Disleksia adalah kondisi genetic yang tidak dapat disembuhkan. Menerima kondisi anak disleksia dengan melihat kelebihan dan kepekaanya, serta memfasilitasi bakatnya tidak hanya membuat anak merasa lebih bahagia, namun juga efektif mengembangkan potensi dirinyaAmalia Prabowo.


SINOPSIS


Film Wonderful Life ini menceritakan tentang perjalanan hidup seorang ibu yang bernama Amalia yang mempunyai anak penyandang disleksia. Amalia Prabowo (Atiqah Hasiholan) yang sejak kecil di didik keras oleh sang ayah berusaha menerapkan hal yang sama pada anak semata wayangnya yaitu Aqil (Sinyo) untuk menjadi anak yang pintar, berprestasi dan harus "jadi orang" sesuai dengan keinginannya. Amalia seorang wanita karir yang sukses yang terkesan perfeksionis. Tapi ternyata takdir berkata lain, ketika tanpa disadari oleh Amalia bahwa sang anak menyandang disleksia yaitu kesulitan dalam melafal kata dan merangkai kalimat dan kesulitan juga membaca, menulis dan berhitung.

Walaupun Aqil lemah dalam bidang akademis tapi ia mempunyai kelebihan di bidang seni dan olahraga, hobbynya menggambar merupakan bakat terpendam yang tidak disadari oleh ibunya.

Desakan sang ayah (Arthur Tobing) yang mempertanyakan tentang penyakit yang diderita anaknya membuat Amalia berusaha melakukan segala macam cara demi kesembuhan sang anak, mulai dari pengobatan modern hingga tradisional, hingga membawanya dalam perjalanan panjang bersama sang anak, hingga meninggalkan sejenak pekerjaannya dikantor. namun perjalanan yang mereka tempuh membuat keduanya harus menghadapi kondisi yang tak terduga mulai dari konflik batin, sampai ujian atas statusnya sebagai seorang ibu.

Masuklah ke dalam dunia anak untuk memahami bahasa mereka Amalia Prabowo.

Bagaimana kisah perjalanan selanjutnya, temukan kedekatan emosi antara ibu dan anak ini dalam film Wonderful Life yang akan tayang mulai 13 Oktober 2016 di bioskop-bioskop terdekat.


Bareng umi Amalia Prabowo (foto:dokpri)

Yang saya suka dalam film ini yaitu pesan sponsor terlihat lebih halus, tidak terlalu terang-terangan seperti film lainnya. Dan satu lagi film ini bagus banget loch buat nambah pengetahuan bagi orang tua, terutama pasangan muda untuk lebih bisa mengerti tentang dunia anak.

Kalau masih penasaran, yuk simak trailer filmnya dulu.




Rumah Produksi:
Visinema Picture
Creative & Co

Produser:
Angga Dwimas Sasongko
Handoko Hendroyono
Rio Dewanto

Co-Produser:
Ridla An-Nuur S.

Sutradara:
Agus Makkie

Penulis Skenario:
Jenny Jusuf

Genre:
Drama Keluarga

Para Pemain:
Atiqah Hasiholan
Sinyo
Lydia Kandou
Alex Abbad
Putri Ayudya
Arthur Tobing
Abdul Arif
Totos Rasiti
Didik Nini Thowok

15 comments:

  1. Sponsornya ga terlalu nonjol banget ya dalam frame, saya juga setuju banget. Nonton film jadi nambah pengetahuan, apalagi disleksia masih banyak yang belum tahu.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya gak ky film lain ya ka yg sponsornya banci tampil hehe

      Delete
  2. wah film edukasi memang perlu ay untuk banyak memberi pencerahan bagi masarakat

    ReplyDelete
    Replies
    1. Perlu bgt mba Tira utk nmbh pengetahuan bagi kita org awam..

      Delete
  3. Oh... Ini berdasarkan kisah nyata, ya? Menarik banget. Saya kadang seperti itu juga. Memaksa anak untuk berprestasi agar membanggakan. Padahal, anak punya potensi sendiri. Wajib ditonton para orang tua nih...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya kisah nyata teh Nia yg ditulis oleh ibu Amalia Prabowo sndiri :)

      Delete
  4. Bagus banget.. kebetulan anak keduaku sepertinya punya kondisi yang sama. Sulit belajar, berhitung,dan menghafal

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya bagus mba utk refrensi kita para org tua dan cln org tua baru :)

      Delete
    2. Iya bagus mba utk refrensi kita para org tua dan cln org tua baru :)

      Delete
  5. aku biasanya ngajari anak-anak di usia 2-6 tahun dengan pkonsep belajar sambil bermain

    ReplyDelete
    Replies
    1. keren pak jd tdk terlalu monoton bljrnya ya :)

      Delete
  6. Ini dia nih film yang mendidik,
    Lanjutkan :)

    ReplyDelete
  7. Duh aku bisa nangis bombay kalau liat film2 genre ini... Pembelajaran dari filmnya bagus banget, dan salut sama orang tua yg memiliki anak kemampuan khusus. TFS mba :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya gmpg meleleh ya mba klo liat film tentang anak :)

      Delete

Mohon jangan berkomentar SPAM, terimakasih.