Saturday, 3 September 2016

Mengenal Lebih Dekat Makanan Tradisional di Mall Basura


Mengenal Lebih Dekat Makanan Tradisional di Mall Basura


Indonesia terkenal oleh keberagaman sajian makanan tradisionalnya, tiap daerah mempunyai sajian khas sendiri yang unik dengan cita rasa yang unik. Mba Ira Latief dari Jakarta Food Adventure sebagai salah satu penggagas berkolaborasi dengan Sinthesis Development dan Jalan Sutra s mengundang blogger untuk turut serta festival dan talkshow kuliner Indonesia.

Sabtu (06/08/2016) bertempat di Atrium Mall Basura City yang terletak di jalan Basuki Rahmat di daerah Cipinang, berlangsung acara seru talkshow dunia kuliner dan festival kuliner yang dihadiri oleh para tenant Synthesis Development pengembang property yang membawahi Mall Basura dan Prajawangsa Apartment serta para blogger. Dihadiri pula oleh dua narasumber keren yaitu Ira Latief dari Jakarta Food Adventure dan Harry Nazaruddin & Lidya Tanod dari Jalan Sutra.

Acara bertema petualangan kuliner ini menyediakan delapan macam kuliner dari tujuh daerah yang disajikan bagi para pengunjung. Pada acara ini juga diselingi aneka tarian khas daerah. Harry Nazaruddin dan Lidia Tanod dari Jalan Sutra mengungkapkan keunikan aneka makanan tradisional yang sudah sering sulit ditemui, salah satunya keunikan Jamur Kulat Pelawan yang tumbuh di daerah Bangka. Jamur ini sudah sangat langka ditemui karena tumbuh di hutan liar. Jamur Kulat Pelawan ini biasa disajikan menjadi salah satu hidangan rumahan.

Pada kali ini saya berkesempatan mencicipi aneka ragam kuliner unik, yang disajikan di dua tempat yaitu di Marketing Office Bassura City dan Marketing Office Prajawangsa. Aneka kulinerannya terdiri dari:

  • Sayur Babanci dari Betawi.
  • Martabak Rendang dari D’Marco.
  • Kue-kue khas Kampung Tugu.
  • Kue Timpan dari Aceh.
  • Es Pallubutung dari Makasar.
  • Kue Lampet dari Batak Tapanuli.
  • Teh Talua dari Sumatera Barat.


Sayur Babanci


Sayur Babanci

Jujur saya baru kali ini mencicipi sayur babanci, rasanya kurang lebih sama seperti ketupat sayur, salah satu ikonik makanan khas dari Betawi atau Jakarta. Sayur babanci sudah sulit ditemukan di Jakarta, ini dikarenakan bahan dan rempah untuk membuat sayur ini bisa terdiri dari 17 jenis, dimana sekarang ini sudah sulit ditemukan di Jakarta. Dinamakan Sayur Babanci karena sayur ini tidak jelas jenisnya, bukan sayur, bukan soto bukan juga kare. Walaupun disebut sayur, tapi Sayur Babanci tidak ada campuran sayur didalamnya. 

Isi dari Sayur Babanci biasanya terdiri dari daging dan juga irisan kelapa muda, dikarenakan kesulitan menemukan bahan untuk Sayur Babanci ini, kini warga Betawi biasanya menyajikan sayur ini hanya pada hari-hari besar keagamaan sebagai menu keluarga, salah satunya ketika Hari Raya Idul Fitri dan Hari Raya Idul Adha. Menu Sayur Babanci ini sangat jarang ditemukan di warung atau restoran yang menyajikan makanan khas Betawi. Salah satu restoran yang menyajikan menu Sayur Babanci yaitu Historia Kafe yang berlokasi di Kota Tua, yang menyajikan menu Sayur Babanci sebagai menu andalannya.

Martabak Rendang

Martabak Rendang

Martabak adalah salah satu menu makanan favorite masyarakat Indonesia, martabak banyak ditemui dengan beraneka macam rasa dan ragam macamnya. Martabak telur merupakan salah satu yang menjadi favorite orang Indonesia yang sangat mudah ditemui. Ada yang mengatakan bahwa martabak telur mempunyai pengaruh dari India. 

Selain di Indonesia ternyata martabak telur juga umum didapati di Singapura dan Malaysia. Martabak Rendang Pedas adalah salah satu inovasi dari D’Marco Martabak, yang merupakan perpaduan dari martabak telur yang diracik bumbu rendang dengan level pedas (level 1-5). Martabak Rendang D’Marco juga terdapat dalam bentuk Frozen (kemasan beku), merupakan salah satu pelopor yang menyediakan martabak frozen (beku) yang mudah ditemui di market online.

Pisang Udang & Ketan Unti, Kue khas Kampung Tugu

Kue-Kue Khas Kampung Tugu

Kampung Tugu terletak di kawasan Semper di Utara Jakarta yang dikenal sebagai “Portuguese Village.” Kampung Tugu merupakan salah satu kawasan yang memiliki warisan budaya serta kuliner unik yang tidak bisa ditemui di tempat lain. Beberapa makanan khas itu yaitu Pisang Udang dan Ketan Unti, yang hanya disajikan saat hari hari perayaan tertentu.

Kue Timpan 

Kue Timpan dari Aceh

Kue timpan adalah salah satu makanan khas yang berasal dari Aceh, kue ini terbuat dari tepung ketan berisikan Srikaya dan Telur, yang merupakan makanan favorite masyarakat Aceh ketika di hari hari besar Islam. Selain hari hari besar Islam, kue timpan juga banyak ditemui dalam jamuan pesta seperti pernikahan atau acara khitanan. Rasa kue ini lezat sehingga disukai banyak orang dari anak-anak sampai orang tua.

Es Pallubutung

Es Pallubutung dari Makasar

Sajian minuman dingin merupakan salah satu minuman favorite apalagi di Indonesia yang termasuk negara tropis. Es Pallubutung merupakan salah satu varian minuman dingin yang merupakan minuman “pencuci mulut” favorite masyarakat Bugis. 

Es Pallubutung agak mirip dengan Es Pisang Ijo sehingga banyak yang menyangka bahwa es Pallubutung merupakan kembarannya Es Pisang Ijo. Perbedaannya minuman Es Pallubutung bisa disajikan dalam keadaan panas dan dingin dengan es. Selain itu Es Pallubutung tidak dilapisi balutan adonan hijau seperti Es Pisang Ijo.

Kue Lampet

Kue Lampet dari Batak Tapanuli

Kue Lampet adalah jajanan khas Batak yang berasal dari Tapanuli, kue Lampet biasanya dibuat dalam bentuk menyerupai limas dan dibungkus dengan daun pisang. Kue Lampet biasa disebut juga kue Lapet, ada dua jenis kue Lapet yaitu yang berasal dari beras dan ketan. 

Kue Lapet ini sangat erat dengan orang Batak, biasa disajikan diberbagai acara arisan, upacara adat perkawinan sampai permainan gaplek dipinggir sawah. Kue Lapet yang terkenal  adalah dari Kecamatan Siborong Borong yang terletak antara Tarutung dan Boliga.

Teh Talua

Teh Talua dari Sumatera Barat

Minuman ini merupakan salah satu favorite saya di acara ini, tapi saya gak bisa minum banyak karena kandungan telurnya bisa bikin eneg kalau kebanyakan. Teh Talua adalah minuman teh telur khas Sumatera Barat yang merupakan menu wajib ditiap warung tradidional atau punr restoran khas Padang. Minuman ini terdiri dari dari campuran teh , gula, telur dan sedikit perasan jeruk nipis. 

Di Minangkabau minuman Teh Talua dianggap sebagai minuman bergengsi dan berkelas yang biasa disajikan diberbagai acara adat yang dihadiri para pejabat, saudagar dan orang-orang kaya, sehingga Teh Talua dianggap sebagai minuman berbudaya. Namun selain itu Teh Talua juga banyak diminum oleh para petani yang hendak meladang karena dipercaya dapat menambah stamina.

Tarian Tradisional


Acara petualangan kuliner ini berlangsung sangat meriah karena banyak di kunjungi oleh dari berbagai undangan dan pengunjung mal Basura. Sudah sepatutnya kita melestarikan sajian makanan khas kuliner dari berbagai daerah, agar tetap lestari hingga bisa dinikmati oleh berbagai generasi nantinya dan tidak hilang dari peredaran.

10 comments:

  1. baru tau gw ternyata ada makanan tradisional masuk mall, mantappppppppp

    ReplyDelete
  2. Jadi ini martabak tapi isi nya rendang gitu yaaa, semacam martabak daging bumbu rendang

    ReplyDelete
  3. Kayak ane cocok tuh sama teh taluanya... ehh apa bedanya antara teh talua ama teh tarik? bukannya sama-sama pake telur? Maaf masih polos :):)

    ReplyDelete
  4. lapet? Kalo di tempat aku biasanya namanya mendut... hampir samalah..

    ReplyDelete
    Replies
    1. beda tempat beda nama ya walau terkadang komposisi bahan makanannya sama :)

      Delete
  5. Wah enak-enak sepertinya. Liat foto-fotonya jadi laper nih. Laper mata maksudnya. Eh itu gratis gak sih? Hehehe

    ReplyDelete

Mohon jangan berkomentar SPAM, terimakasih.