Sunday, 5 June 2016

KENALI LEBIH DINI GEJALA TIROID

KENALI LEBIH DINI GEJALA TIROID
Seminar Publik, Waspada Gangguan Tiroid (dok. pribadi)

Pada Selasa (24/05/2016) berlokasi di Hotel Grand Cempaka yang terletak di kawasan Cempaka putih Direktorat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit tidak menular mengadakan seminar publik dengan tema yang menarik tentang Waspada Gangguan Tiroid, dalam rangka Pekan Kesadaran Tiroid Internasional yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan kelenjat tiroid melalui media social, dalam seminar ini para peserta dari berbagai lintas profesi, mulai dari instansi Kesehatan, rekan media dan blogger juga para peserta umum.

Saya sebagai orang awam termasuk yang kurang informasi mengenai berbagai macam dari penyakit tiroid, yang saya tahu selama ini adalah salah satunya penyakit gondok yaitu membesarnya bagian leher, dengan diadakannya seminar publik ini saya jadi banyak lebih tahu mengetahui tentang tiroid ini. Kampanye waspada gangguan tiroid ini didukung oleh PT. Merck Tbk dengan para narasumber yang berkompeten di bidangnya yaitu:  
  • dr. Lily Sriwahyuni Sulistyowati, MM Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular Kemenkes RI.
  • Dr. dr. Imam Subekti, SpPD, KEMD, Kepala Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI / RSCM.
  • dr. Aman Bhakti Pulungan, Sp.A(K), dokter spesialis anak yang saat ini menjabat sebagai Konsultan Endokrin Anak dan staf pengajar di FKUI-RSCM, yang juga Ketua Bidang Ilmiah dalam kepengurusan organisasi IDAI.
  • Dr. dr. suryati Kumorowulan, MBiotech dan dr. Lukas.


Kelenjar Tiroid

APA ITU TIROID

Kelenjar tiroid merupakan kelenjar endoktrin berbentuk kupu-kupu yang terletak pada bagian depan leher dibawah jakun (dibagian tengah bawah leher), mengantung dileher diluar tulang. Pada laki-laki biasanya ada dibawah jakun. Bisa menekan kearah dalam, menekan pita suara dan sulit menelan.

Walaupun relatif kecil namun kelenjar tiroid memproduksi hormon yang dapat mempengaruhi setiap sel, jaringan dan organ tubuh kita. Kelenjar tiroid berfungsi untuk membantu tubuh kita untuk menggunakan energi agar tubuh kita tetap hangat, serta membuat otak, jantung, otot dan organ lainnya bekerja sebagaimana mestinya. Hormon tiroid mengontrol berbagai proses metabolism pada tubuh kita, bila hormon tiroid kita cukup kita dapat beraktifitas seharian dan selalu tersenyum tapi bila kita kekurangan hormon tiroid maka kita kalau diajak diskusi akan lambat berpikir, bahasa gaulnya telmi (telat mikir) :-)

Hormon tiroid adalah hormon kehidupan. Hormon tiroid diproduksi oleh kelenjar tiroid yang berasal dari yodium yang asalnya dari asupan makanan dan minuman yang kita konsumsi sehari-hari. Hormone T3, T4 dan TSH adalah hormon yang diperiksa untuk memastikan ada tidaknya gangguan tiroid.

Tiroid masuk kategori penyakit tidak menular, target penyakit tidak menular makin banyak, secara global akibat perilaku manusia itu sendiri. Di Indonesia sekitar 17 juta penduduknya menderita gangguan tiroid, penyebab tiroid umumnya tidak diketahui, dan gangguan tiroid dapat menyerang berbagai lapisan usia, yaitu:

Pada Bayi Baru Lahir

Pada bayi yang baru lahir harus diperiksa tiroidnya, tugas kita bersama untuk memberikan informasi ke masyarakat luas tentang gejala dan pengobatannya. Deteksi dini bisa dimulai pada diri sendiri dan dari lingkungan terdekat kita, berikan solusi terbaik agar bisa segera diatasi lebih cepat. 1 – 3000 bayi baru lahir terindeksi terkena tiroid. Deteksi Skrining Hipotiroid Kongenital (SHK) sebaiknya segera dilakukan pada bayi yang baru lahir dengan jangka waktu 48 – 72 jam sejak kelahirannya, karena pada masa ini adalah masa keemasan bagi bayi. Anak sehat harus cerdas, pada 1000 hari pertama kehidupan adalah generasi emas.

Terkadang karena kurangnya informasi, ibu-ibu yang baru melahirkan kadang tidak mengijinkan bayinya untuk discreening dengan alasan bayinya baru lahir. Di Indonesia 2500 – 3000 bayi terkena hipotiroid, data ini didapat dari Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) di Jakarta, dan Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHK) di Bandung. Kedua rumah sakit ini yang sudah mempunyai laboratorium untuk skrining dengan metode kertasari. Seluruh bayi yang baru lahir dapat kesempatan untuk dilakukan skrining. Tidak semua rumah sakit terpapar peraturan SHK ini tapi peraturannya sudah ada. Kemenkes akan monitoring 1 tahun sekali kegiatan SHK di semua rumah sakit.

Bayi yang terdeteksi Tiroid

Bayi yang terkena hipotiroid biasa memiliki tanda-tanda, walau tidak semua menandakan gejala, antara lain:
  • Kulit kuning
  • Lidahnya besar
  • Ubun-ubun besar
  • Hidungnya pesek (walaupun tidak semua yang berhidung pesek berarti menderita hipotiroid)
  • Wajahnya khas
  • Wajahnya agak sembab
  • Tali pusar ada yang menonjol.


Anak-anak

Diseluruh dunia prevalensi Hipertiroid pada anak yang berusia ≤ dari 15 tahun adalah 8 : 1.000.000 dan yang berusia ≤ 4 tahun 1 : 1.000.000. anak-anak dapat mengalami gangguan tumbuh kembang dan perilaku.

Usia Dewasa atau Usia Produktif

Pada usia dewasa apabila penyakit tiroid tidak terdiagnosa dapat menyebabkan resiko gangguan kesehatan yang serius, misalnya gangguan cardiovascular, osteoporosis dan infertilitas.

Wanita 10x lebih rentan terkena hipotiroid dibandingkan laki-laki, 7% dari wanita yang baru melahirkan mengalami masalah dengan kelenjar tiroid dalam tahun pertama. Tiroid berhubungan dengan kehamilan karena berisiko untuk ibu dan bayinya baik yang menderita hipotiroid atau hipertiroid, bisa menyebabkan dinding rahim lemah hingga bisa terjadi keguguran, gangguan pertumbuhan pada janin atau melahirkan bayi yang cacat.

Usia lanjut

Nodul tiroid dapat terjadi pada lebih dari 50% populasi penduduk dan sebagian besar sudah berusia lanjut. Studi ATA menemukan populasi orang diatas 70 tahun memiliki kemungkinan 43% terkena nodul dibandingkan dengan usia muda (20 – 29 tahun).

Nodul tiroid yaitu benjolan padat atau berisi air yang timbul dalam kelenjar tiroid. benjolan ini bisa berupa tumor jinak atau kista. Nodul tiroid biasa terdeteksi saat penderitanya menjalani pemeriksaan. jika nodul tumbuh besar, kondisi ini bisa menyebabkan penderitanya kesulitan bernafas, kesulitan menelan dan adanya rasa sakit pada tenggorokan.


JENIS-JENIS PENYAKIT TIROID

Penyakit tiroid dapat dikategorikan dalam beberapa jenis, yaitu:

Hipotiroid

Yaitu kurangnya hormon yang diproduksi oleh kelenjar tiroid sehingga tubuh mengalami defisiensi. Kondisi ini lebih sering dialami oleh wanita (terutama lansia) dengan gejala umum seperti:

  • Cepat lelah atau lesu tidak bertenaga, malas.
  • Berat badan naik, tetapi tidak menjadi otot tapi cairan yang naik sehingga badan lembek tidak kencang.
  • Berdebar-debar karena jantung dipacu terus, meningkatkan detak jantung dan memacu perkembangan sistem syaraf.
  • Tingkat kecemasan meningkat, mudah marah, depresi dan mudah stress.
  • Pada wanita pola menstruasi berubah.
  • Lambat dalam berpikir.
  • Serta lebih sensitif terhadap hawa dingin, atau sering merasa dingin terus, hormon tiroid itu mengatur suhu.

Hipotiroid sangat berisiko terutama untuk ibu hamil, berbagai resiko dapat terjadi pada ibu dan bayinya jika tidak terdeteksi sejak awal.

Hipertiroid

Jika kelenjar tiroid menghasilkan hormon tiroid yang berlebihan dalam tubuh, penyakit ini umumnya ditandai dengan:
  • Detak jantung yang cepat atau tidak beraturan.
  • Penurunan berat badan yang terjadi secara tiba-tiba meski nafsu makan meningkat, karena yang kita makan dibakar oleh penyakit hingga tidak menjadi daging.
  • Mudah marah atau tersinggung, gugup serta cemas
  • Mata menonjol, tangan gemetar.
  • Tidak bertenaga
  • Mudah berkeringat
  • Sering buang air besar
  • Sering kepanasan atau mudah merasa panas.


DIAGNOSIS PENYAKIT TIROID

Jika ada benjolan segera periksakan agar penanganannya dapat segera dilakukan. Dokter akan melakukan pemeriksaan untuk memastikan jenis penyakitnya apakah hipotiroid atau hipertiroid. Jenis pemeriksaanya meliputi tes darah, USG, dilakukan biopsi dengan menggunakan jarum halus sehingga tidak terasa sakit. Dengan dilakukannya biopsy sehingga bisa terdeteksi jenis sel yang ada pada benjolan, apakah terdeteksi kanker gondok / tiroid.

dok. pribadi

Kanker tiroid tidak banyak jumlahnya, jika ada benjolan 10 – 20% maka kemungkinan kanker. Kanker tiroid umumnya tidak bergejala, biasanya hanya berupa benjolan saja.
Kelainan tiroid ini ada yang bergejala dan ada yang tidak bergejala. Hanya benjolan dan bentuknya juga bermacam-macam, ada yang kecil, ada yang membesar, rata bahkan ada yang tidak terlihat membesar. Benjolan dileher belum tentu kelenjar tiroid, selain benjolan yang menjadi gejala utamanya, penderita penyakit ini juga bisa mengalami perubahan suara, kesulitan bernapas dan menelan, serta rasa sesak pada tenggorokan. Untuk membedakan kelenjar gondok atau bukan dengan mencoba menelan ludah, kalau turun naik ketika menelan ludah berarti kelenjar tiroid.
Kelenjar tiroid disebut juga Auto Imun, yaitu tubuh menganggap atau mengira tiroid sebagai ancaman, sehingga system imun tubuh mengeluarkan anti body yang menyerang tiroid. Disebut penyakit Hasimoto karena yang menemukannya bernama Hasimoto.
Rokok merupakan faktor resiko kelenjar tiroid, karena rokok mengandung zat-zat berbahaya salah satunya sianida, karena zat sianida ini akan mengeblok atau menghambat perubahan hormon tiroid pada sel tubuh.

Kualitas manusia harus dipikirkan agar lebih berkualitas, cegah berbagai keluhan tiroid perannya kecil tapi pengaruhnya luar biasa. Kita bisa menjaga kesehatan kita dengan mulai menjaga pola makan kita dengan kalori seimbang, olahraga dan tentu saja dengan tidak merokok. Jangan kebanyakan karbohidrat, lemak dan istirahat yang cukup dan juga kendalikan stress.


PENGOBATAN PENYAKIT TIROID

Kekurangan yodium bisa mengalami kerusakan otak. Cara mencegahnya dengan banyak makan atau minum makanan atau minuman yang mengandung yodium. Beberapa daerah yang kandungan tanahnya kekurangan yodium maka makanan dan minuman berkurang yodiumnya. Misalnya daerah laut, pegunungan, daerah yang terkena tanah longsor dan hutan-hutan yang banyak digunduli, makanya perlunya dilakukan reservasi hutan.

Pada penderita tiroid tidak ada pantangan makanan, justru ada makanan yang dianjurkan kecukupannya seperti makanan yang berasal dari laut seperti ikan, seafood dan rumput laut.

Hipertiroid bisa disembuhkan jadi normal kembali, tetapi harus selalu kontrol ke dokter karena suatu saat bisa menjadi hipo auto imun.

Pengobatan hipertiroid ini bisa dengan terapy obat, pilihan kedua menggunakan yodium, kalau tidak berhasil pilihannya melakukan operasi atau radio aktif nuklir. Pada kanker hipertiroid dosis nuklir lebih tinggi sepertiga atau seperlimanya.

Tugas kita bersama untuk lebih mensosialisasikan tentang gangguan tiroid ini, dengan banyak memberikan informasi kepada masyarakat luas dengan kata-kata yang lebih dimengerti, terutama kepada ibu-ibu yang baru melahirkan agar anaknya mau di skrining.

Bagi yang mempunyai kendala dengan biaya pengobatan bisa mengikuti program pemerintah seperti bpjs, kartu sehat dan lainnya tentunya dengan mengikuti proses dan prosedur yang ada.

4 comments:

  1. harus lebih pro aktig lagi yah mengenai hormon tiroid, gk boleh disepelakn apalagi menyangkut anak-anak

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya mak mira kita hrs lebih aware lg dgn masalah kesehatan :)

      Delete
  2. Keliatan sepele ya Thyroid ini, padahal ya ga bisa dianggap enteng juga :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya mba maya..mb maya ikut jg kan seminarnya :)

      Delete

Mohon jangan berkomentar SPAM, terimakasih.