Wednesday, 29 August 2018

Prudential Peduli Dengan Meluncurkan Program Pemberdayaan Indonesia Timur


Prudential Peduli Dengan Meluncurkan Program Pemberdayaan Indonesia Timur


Acara Prudential kali ini terasa sangat spesial buat saya, karena dress codenya menggunakan busana bernuansa tenun. Berhubung saya belum menemukan baju tenun yang sreg akhirnya berbatik ria deh. Seneng banget liat teman-teman blogger menggunakan busana bernuansa batik dan tenun.


Foto:dok.pribadi

Senin (13/08/2018) PT. Prudential Life Assurance (Prudential Indonesia), yang sudah hadir di Indonesia sejak 22 tahun lalu, memperkenalkan
Prudential Indonesia East Indonesia Empowerment program ( Pemberdayaan Indonesia Timur) di bawah inisiatif Community Investment. Acara berlangsung di Soehanna Hall, The Energy Building yang berada di kawasan SCBD – Jakarta.

Bapak Sofyan Djalil, SH, MA, M.ALD (Menteri Agraria dan Tata Ruang Indonesia)

Acara program Pemberdayaan Indonesia Timur ini terasa sangat spesial karena banyak dihadiri para narasumber yang berkompeten bahkan oleh dua menteri antara lain Bapak Bambang Brojonegoro (Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional dan Kepala Bappenas), Bapak Sofyan Djalil, SH, MA, M.ALD (Menteri Agraria dan Tata Ruang Indonesia), Bapak Jens Reisch (President Director Prudential Indonesia), Ibu Nini Sumohandoyo (Corporate Communication & Sharia Director Prudential Indonesia), dan Bapak Rinaldi Mudahar (Country CEO, Communication Investment Prudential Indonesia).

Bapak Jens Reisch (President Director Prudential Indonesia)

Sejak awal tahun 2000 Prudential Indonesia sudah fokus untuk support dan menjalankan tanggung jawab sosial. Menurut Bapak Jens Reisch, Komitmen Prudential Indonesia adalah tidak hanya ingin memberikan perlindungan jangka panjang bagi jutaan keluarga di seluruh Indonesia, tetapi juga memberikan kontribusi berkelanjutan kepada masyarakat sekitar.

Salah satu fokus utama perseroan untuk mendukung masa depan masyarakat Indonesia melalui beragam program di bidang pendidikan, kesehatan, keselamatan dan kewirausahaan. Saya salut dengan Bapak Jens Reisch yang selalu berusaha memberikan informasi dengan bahasa Indonesia, seorang pemimpin yang humble.  

Bapak Sofyan Djalil memberikan apresiasi kepada Prudential karena inisiatifnya dalam Prudential Indonesia East Indonesia Empowerment program, selain itu juga sangat mendukung program ini karena sejalan dengan program pemerintah dalam meningkatkan pembangunan di Indonesia timur. Prudential sangat dibutuhkan di Indonesia untuk menyadarkan masyarakat akan pentingnya asuransi.

Kegiatan tanggung jawab sosial Prudential Indonesia sudah berjalan selama belasan tahun  bekerja sama dengan pemerintah, regulator, organisasi-organisasi nirlaba dan pemangku kepentingan lainnya. Selama bertahun-tahun, Prudential Indonesia telah melaksanakan beragam program yang memberi dampak nyata kepada komunitas, antara lain membantu anak-anak melawan kanker, memberikan pelatihan-pelatihan literasi keuangan untuk wanita dan anak-anak, hingga memberikan bantuan bencana alam, ujar Ibu Nini Sumohandoyo.


Ibu Nini Sumohandoyo (Corporate Communication & Sharia Director Prudential Indonesia)

Ibu Nini cantik banget hadir menggunakan salah satu koleksi pakaian yang bahannya berasal dari pengrajin di Maumere. Ibu Nini juga menghimbau bila kita sudah banyak mengkoleksi pakaian batik ada baiknya juga memilih pakaian dari bahan yang berasal dari Maumere sekalian membantu para pengrajin Indonesia Timur.

Ibu Nini menjelaskan tentang 5 tantangan yang ada di industri asuransi jiwa, antara lain Finansial literasi dan inklusi keuangan, masalah kanker anak, bencana alam dan daerah tertinggal.

Survei Literasi dan Inklusi keuangan oleh OJK pada tahun 2016 juga mencatat bahwa pengetahuan mengenai keuangan untuk hampir keseluruhan Indonesia Timur lebih rendah dibandingkan wilayah lain. Papua Barat menduduki peringkat terendah di 19,27 persen dan Papua 22,18 persen.

Sejak 2003, Prudential Indonesia juga telah membantu biaya pengobatan untuk lebih dari 1.400 anak yang terkena kanker dan menyumbangkan tujuh mesin Apheresis yang membantu dalam perawatan kanker, ke sejumlah rumah sakit pemerintah di berbagai kota. Karena kanker itu sulit disembuhkan, seandainya bisa disembuhkan juga prosesnya lama dan juga sangat mahal biayanya apalagi bila terkena leukimia. Penanganan penyakit kanker pada anak berbeda dengan orang dewasa.

Mengenai bencana alam, pada tahun 2017 sudah lebih dari 2000 bencana yang terjadi dan jumlah orang yang dievakuasi mencapai 3,4 juta, belum termasuk rumah-rumah yang rusak serta fasilitas umum lainnya. Sedangkan untuk daerah tertinggal sebanyak 122 daerah ada di Indonesia timur. Prudential akan membantu 8 dari 17 goal yang ada untuk mengentaskan kemiskinan dan membantu masyarakat agar lebih sejahtera.

Prudential di kawasan asia memiliki yayasan yaitu Prudential Foundation, untuk membantu masyarakat di Asia agar lebih sejahtera hidupnya. Selain itu Prudential juga memiliki sekitar 400 volunteer yang siap membantu tidak hanya di dalam negeri bahkan sampai ke luar negeri.

Di bidang edukasi, Prudential Indonesia juga telah mengadakan beberapa pelatihan literasi keuangan untuk perempuan sejak tahun 2009, bekerja sama dengan beberapa kementrian dan menjangkau lebih dari 25.000 perempuan di 21 kota.

Bapak Bambang Brojonegoro (Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional dan Kepala Bappenas)

Menurut Bapak Bambang di Indonesia bagian Timur perlu dikembangkan perekonomian lokalnya, yg benar-benar fokus pada pemberdayaan nilai tambah bagi masyarakat, dimulai berupa pembangunan infrastruktur, pendidikan kemudian kesehatan. Indonesia masih ketinggalan untuk masalah properti, kesenjangan atau kemiskinan, dan Zero hunger.

Selain itu masalah stunting juga berbahaya karena mengancam anak-anak Indonesia. Penderita stunting tidak hanya terjadi di daerah pedalaman seperti Papua tapi juga masih ada di wilayah DKI Jakarta.  Stunting merupakan dampak dari faktor ekonomi hingga kekurangan nutrisi. Dengan kesehatan yang memadai, pendidikan yang layak dan ekonomi berkelanjutan dianggap goals yg mampu mempercepat membawa kemajuan dan kesejahteraan bagi masyarakat.

Pengembangan komoditas unggulan di Papua harus fokus pada orang asli Papua, komoditas khas Papua (seperti sagu, buah merah, kopi dan kakao), hal seperti ini diperlukan pendampingan yang berkelanjutan. Ingin mengetahui ada hasil tanaman jagung yang berwarna, dan itu hanya ada di Papua.

Foto:dok.pribadi

Menurut data terakhir dari Badan Pusat Statistik (BPS), sebanyak 27,74% penduduk Papua masih hidup dalam kemiskinan, dan 63.770 orang Papua menganggur. Sebuah survey indeks kebahagiaan oleh BPS juga menunjukkan Papua adalah salah satu daerah yang indeks kebahagiaannya paling rendah di Indonesia.

Rinaldi Mudahar (Country CEO, Communication Investment Prudential Indonesia)

Bapak Rinaldi Mudahar menjelaskan, Prudential akan fokus pada entrepreneurship atau kewirausahaan sebagai program unggulannya. Pada akhir tahun 2017, Prudential Indonesia telah pertama kali menanamkan benih program tanggung jawab sosial di Indonesia Timur, melalui kegiatan yang bertujuan meningkatkan pengalaman belajar bagi anak-anak di Kabupaten Jayapura, Papua.

Prudential Indonesia membangun sebuah perpustakaan di SD Komba Inpres dan merenovasi SD YPK Ifar Babrongko. Dengan menggunakan metode Pembelajaran Aktif, Menyenangkan dan Efektif (AJEL), Prudential Indonesia juga melakukan pelatihan literasi keuangan kepada 27 guru dan 8 sekolah dasar di seluruh Jayapura.

Foto:dok.pribadi

Semoga dengan adanya program Prudential Indonesia yaitu Pemberdayaan Indonesia Timur, dapat membantu masyarakat lokal untuk berkembang dan memajukan ekonomi menjadikan mereka Entrepreneur yang sukses dan berkualitas. Sehingga tidak ada lagi kemiskinan di bumi Papua dan Indonesia Timur lainnya.

Melalui program Pemberdayaan Indonesia Timur ini diharapkan Prudential dapat memperluas jangkauan geografis di Indonesia dalam membangun masyarakat yang lebih mandiri dan berdaya. Serta dapat memajukan masyarakat papua menjadi entrepreneur yang sukses dan mandiri.

#PRUCommunityInvestment
#EastIndonesiaEmpowerment

2 comments:

  1. Wuihhh Prudential emang keren buat program untuk Papua.

    ReplyDelete
  2. Bencana dan kemiskinan masih terjadi di indonesia bagian timur padahal banyak potensi yang belum di gali dari daerah ini.

    Kemerataan akan membuktikan bahwa indonesia jaya dan kaya

    ReplyDelete

Mohon jangan berkomentar SPAM, terimakasih.