Monday, 23 July 2018

Harapan Pekerja Buruh Outsourcing Di Pelabuhan Tanjung Priok


Harapan Pekerja Buruh Outsourcing Di Pelabuhan Tanjung Priok


Dulu saya pernah bekerja di daerah Ancol yang notabene dekat dengan daerah Tanjung Priok, setiap ada mobil kontainer lewat saya suka ngeri dibuatnya, apalagi sering mendengar peristiwa kecelakaan antara pengguna motor dengan mobil kontainer. Saya sempat berpikir bekerja dikawasan pelabuhan itu keras, banyak berpacu dengan waktu dan banyak berhubungan dengan peralatan berat. Kekhawatiran saya memang ada benarnya, bekerja di lingkungan pelabuhan peti kemas memang banyak berhubungan dengan peralatan berat, karena pekerjaannya juga berat dan pastinya butuh pengalaman dan keahlian khusus.

Pekerjaan merupakan sumber dari penghasilan kita untuk mencukupi semua kebutuhan hidup. Saya jadi teringat perjuangan saya dulu ketika mencari pekerjaan. Sudah tidak terhitung berapa banyak puluh lamaran yang saya ajukan berbagai perusahaan untuk mengajukan lamaran kerja, untungnya saya bukan orang yang gampang putus asa. Dan karena saya termasuk yang senang mencari pengalaman kerja, akhirnya banyak berpetualang diberbagai macam bidang, hingga pada akhirnya saya bertahan cukup lama disuatu perusahaan swasta dengan status menjadi karyawan tetap.

Setiap karyawan pasti menginginkan untuk mendapatkan pekerjaan sebagai karyawan tetap, agar tidak khawatir jika sewaktu-waktu kontrak kerjanya habis maka akan bingung lagi mencari pekerjaan. Sekarang ini banyak perusahaan yang menggunakan jasa outsourcing dalam mencari karyawan. Masalah ini juga yang tengah dihadapi para pekerja di pelabuhan Tanjung Priok.


Kebanyakan para pekerja sudah bekerja di PT. Jakarta International Container Terminal (JICT) dalam kurun waktu yang cukup lama bahkan bertahun-tahun walaupun status pekerjaan mereka masih  sebagai pekerja outsourcing mereka bekerja dengan penuh semangat. Tapi kini kenyaman mereka bekerja mulai terusik dan kini mereka terancam PHK massal. Pekerjaan mereka akan diambil alih oleh pekerja outsourcing dari vendor lain.

Pada 31 Desember 2017 lalu, menjadi hari terakhir kerjasama PT. Jakarta International Container Terminal (JICT) dengan perusahaan penyedia tenaga kerja alih daya, PT. Empco Trans Logistik. Keesokannya, 1 Januari 2018, akibat berakhirnya kontrak kerja ini, sekitar 300 pekerja outsourcing dari PT. Empco yang telah bekerja di PT. JICT selama bertahun-tahun akan digantikan oleh pekerja-pekerja outsourcing dari vendor baru.


Akibatnya pekerja outsourcing di berbagai bagian PT. JICT mengalami PHK massal. SPC (Serikat Pekerja Container) adalah serikat yang menaungi para pekerja outsourcing di PT. JICT yang berdiri sejak 2013, dan telah sedari awal menuntut PT. JICT mengangkat para pekerja outsourcing yang tergabung dalam SPC untuk menjadi karyawan tetap.


Apa sih JICT ?

JICT merupakan singkatan dari Jakarta International Container Terminal, JICT merupakan perusahaan yang mengurusi bongkar muat peti kemas untuk urusan ekspor impor di pelabuhan Tanjung Priok.

KEGIATAN UTAMA JICT:
  • Ship Operation, yaitu kegiatan bongkar muat kontainer. Kegiatan impor yaitu bongkar container dari kapal ke Truk, dan ekspor yaitu muat kontainer dari truk ke kapal. Peralatan berat yang digunakan Ship Operation antara lain Quay Crane (JICT), Mobile Harbour Crane, Lufting Crane dan Jib Crane.
  • Quay Transfer Operation, yaitu kegiatan kegiatan transfer petikemas impor dan ekspor. Impor yaitu Memindahkan Container dari dermaga ke container yard, sedangkan ekspor yaitu Memindahkan Container dari container yard ke dermaga. Peralatan yang digunakan dalam kegiatan Quay Transfer Operation yaitu Straddle Carrier, Automated Guide Vehicles (AGV), dan Internal Truck (JICT).
  • Container Yard Operation, yaitu kegiatan lapangan penumpukan kontainer lift of impor, lift on ekspor dan in stack movement. Lift of impor yaitu Memindahkan Container dari truk ke container yard, lift on ekspor yaitu Memindahkan Container dari container Yard ke truck dan in stack movement yaitu Perpindahan Container di dalam blok-blok container yard. Dengan menggunakan peralatan antara lain RMGC, Super Stacker (JICT), RTGC (JICT), Side Loader (JICT) dan Forklift (JICT).
  • Receiving/Delivery Operation, yaitu kegiatan ekspor impor di gate. Proses ekspor impor kontainer di gatehouse. Dengan menggunakan truk kontainer dan kereta kontainer.


JICT merupakan anggota dari APTPI (Asosiasi Pengelola Terminal Petikemas Indonesia) yang didirikan pada 1 April tahun 2010. APTPI telah menentukan dan membuat Alur Kegiatan Terminal Petikemas.


Serikat Pekerja (SP) JICT yang menaungi karyawan-karyawan organik akhirnya menghelat konferensi pers pada 14 Januari 2018. Dalam konferensi pers tersebut, SP JICT mengumumkan bahwa selama 12 hari beroperasi, JICT sudah merugi sebanyak 8,7 miliar rupiah, pengguna jasa merugi sekitar 40 miliar rupiah. bahkan produktivitas yang menurun dan kecelakaan kerja yang kerap terjadi pasca peralihan vendor.

Untuk menemukan titik temu dan mencari solusi terbaik, berbagai pihak terkait mengadakan pertemuan. Semoga masalah yang dihadapi oleh para Serikat Pekerja Container (SPC) dengan manajemen PT JICT dapat segera terselesaikan, dan berakhir dengan kabar yang baik untuk kelangsungan hidup mereka. Semoga saja keinginan menjadi karyawan tetap bisa segera terealisasikan.

No comments:

Post a Comment

Mohon jangan berkomentar SPAM, terimakasih.