Wednesday, 28 March 2018

Danone – AQUA, Mengatasi Krisis Air Dengan Manfaatkan Potensi Alam


Danone – AQUA, Mengatasi Krisis Air Dengan Manfaatkan Potensi Alam


Saya tidak bisa membayangkan bagaimana bisa hidup tanpa air, dimana sebagian rutinitas kita dan kebutuhan hidup kita begitu tergantung dengan keberadaan air. Air merupakan senyawa yang paling diperlukan di muka bumi ini untuk menunjang  kehidupan. Semua manusia, hewan dan tumbuhan membutuhkan air untuk dapat  bertahan hidup.





Bila mau direnungi kita tinggal di negara yang sangat banyak anugerah yang mesti kita syukuri yang terkadang kita sendiri kurang mensyukurinya. Sebagai negara tropis kita berlimpah cahaya matahari, hujan juga cukup intens sehingga kita menikmati air yang berlimpah. Namun saya sendiri baru menyadarinya selama ini selalu saja ada keluh kesah yang sering tanpa sadar suka saya ungkapkan bila tiba-tiba hujan turun, atau cuaca yang terik.

Sebagai contoh di Australia untuk mendapatkan 1 botol air saja kita harus merogoh kocek senilai 4 dollar Australia atau sekitar kurang lebih Rp. 50.000,- pemakaian air ada pajaknya, buang limbah harus bayar. Sedangkan disini kita masih bisa menikmati fasilitas air dengan gratis, jadi nikmat Tuhan mana lagi yang kamu dustakan.




Dalam rangka memperingati hari air sedunia pada hari kamis (22 Maret 2018) saya bersama rekan blogger lainnya mendapatkan undangan visit ke Pabrik Pengolahan air Danone- AQUA di daerah Sukabumi. 
Disini saya banyak mendapatkan pencerahan tentang bagaimana memanfaatkan air bersih, dimana selama ini saya begitu mudah mendapatkannya dan menikmatinya untuk memenuhi kebutuhan hidup saya sehari-hari, padahal diluar sana masih banyak yang mengalami kesulitan untuk mendapatkan air bersih.

Pada kesempatan kali ini kita semua berkumpul di learning centre PT. PT.Tirta Investama Babakan  Pari, di Mekar Sari  Sukabumi sebagai tempat pertama yang kita kunjungi. Bapak Arif Mujahidin selaku Corporate Communications  Director Danone  Indonesia memberikan paparan tentang air, dimana air adalah sebagai tanda adanya kehidupan, air juga sebagai anugerah tetapi kebanyakan air dan kekurangan air kita juga sengsara. Lalu bagaimana solusinya, tentunya dengan pengelolaan lingkungan yang baik, banjir juga bisa diatasi jika lingkungan kita baik.

Ada penelitian pada tahun 2015 sekitar 2,1 milyar manusia kekurangan air yang aman dirumah. 263 juta orang menghabiskan waktu lebih dari 30 menit untuk mendapatkan air. 844 juta orang tidak memiliki layanan air minum. 195 juta orang mengambil air dari sumber permukaan sungai. Disinilah harusnya kita bersyukur karena kita semua masih diberikan kemudahan menikmati fasilitas air bersih yang cukup untuk minum dan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.


Bapak Arif Mujahidin selaku Corporate Communications  Director Danone  Indonesia

Pada kesempatan kali ini juga bapak Arif mengatakan tentang tujuan Danone Aqua tidak hanya memikirkan tentang bisnis semata tetapi juga perduli pada planet yang kita tinggali, tentunya dengan banyak memberikan manfaat pada masyarakat banyak.


Bapak Karyanto Wibowo - Sustainable Development Director Danone Indonesia

Bapak Karyanto Wibowo - Sustainable Development Director Danone Indonesia mengatakan, Hari Air Sedunia yang diselenggarakan setiap tanggal 22 Maret untuk mengingatkan masyarakat akan pentingnya pelestarian air. Tahun 1992 menjadi awal dari peringatan Hari Air Sedunia. Hari Air Sedunia diperingati setiap tanggal 22 Maret, inisiatif peringatan ini di umumkan pada Sidang Umum PBB ke-47 tanggal 22 Desember 1992 di Rio de Janeiro, Brasil.

Tahun ini, United Nations Water (UN Water) menetapkan Tema Hari Air Sedunia tahun ini adalah “Alam untuk Air” atau “Nature for Water”, dengan kampanyenya yaitu Solusinya ada di alam” atau “The Answer is in Nature. Fokus pada Solusi Berbasis Alam (SBA)  untuk menghadapi tantangan dalam pelestarian air yang semakin berat dihadapi pada abad 21.

Hari Air Sedunia (World Day for Water) adalah perayaan yang ditujukan sebagai usaha menarik perhatian publik akan pentingnya air bersih dan usaha penyadaran untuk pengelolaan sumber-sumber air bersih yang berkelanjutan. Salah satu upaya yg dilakukan Danone-Aqua melalui konsevasi air dg memanfaatkan solusi ilmiah yg digabungkan dg pembangunan infrastruktur dg tujuan konservasi (grey infrastructure).

70% bagian dari bumi adalah air, 1% ada dipermukaan, 97% nya adalah air laut, sedangkan 3% nya adalah air tawar yg dipakai oleh seluruh manusia untuk memenuhi kebutuhan hidup. 20% merupakan air bawah tanah atau air resapan, yg berpotensi mengalir langsung ke laut. Jumlah air selalu sama sejak bumi terbentuk, namun propertisnya yang berubah, seperti jumlah pasokan air yang habis di suatu daerah. Contohnya seperti di kota Cape Town di Afrika Selatan yang mengalami krisis air.

Siklus air memiliki 5 bagian, antara lain:
  • Penguapan
  • Kondensasi
  • Presipitasi
  • Infiltrasi
  • Aliran permukaan.

Prosesnya air dari laut mengalir ke sungai menguap lalu menjadi embun, turun menjadi curah hujan lalu masuk lagi ke dalam tanah dan keluar lagi ke permukaan.




Tubuh manusia sangat rentan bila tanpa asupan air. Kita bisa menahan lapar sepanjang hari tetapi yang paling tidak bisa kita tahan adalah bila kita menahan rasa haus, karena disebagian tubuh kita terdiri dari cairan yang dikeluarkan melalui keringat dan air seni. 
Seumur hidup kita butuh air sekitar 75.000 liter air untuk minum saja, bila asumsi kita minum air sehari sebanyak 2 liter. Untuk memenuhi kebutuhan hidup kita sehari-hari misalkan untuk mandi dan lainnya kurang lebih kita membutuhkan air sebanyak 190 liter.


Solusi Alam Bersama Danone AQUA

Danone-AQUA bekerja sama dengan LPPM (Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat) IPB Bogor dalam mengembangkan permodelan Soil Water Analysis Tools (SWAT) di Hulu Sub DAS Citatih, Mekarsari, Sukabumi. SWAT atau yang juga dikenal sebagai piranti analisis air dan tanah ini memiliki beberapa manfaat, diantaranya membangun strategi perencanaan konservasi yang efektif.

Danone-AQUA menggunakan hasil rekomendasi dari SWAT ini untuk dijadikan salah satu landasan dalam membuat program konservasi air di area tersebut. Konservasi yang dilakukan Danone-AQUA di wilayah Mekarsari dan Babakan Pari Sukabumi, diantaranya:
  1. Penanaman 580.000 pohon yg tersebar di delapan desa yaitu Desa Pasawahan, Desa Tenjolaya, Desa Cisaat, Desa Kutajaya, Desa Jayabakti, Desa Tangkil, Desa Girijaya, Desa Cidahu.
  2. Pembuatan kolam resapan air (Water Pond) dimana limpasan air dari kolam tersebut dimasukkan ke dalam tanah melalui lubang resapan yang ada di sekitar area kolam.
  3. Pembangunan Pemanen Air Hujan (PAH) dengan memanfaatkan air hujan untuk kebutuhan pemenuhan air bersih di area umum misalkan untuk di mushola atau mesjid, madrasah, sekolah, atau rumah warga yang tersebar di Desa Pesawahan, Desa Tenjolaya dan Desa Cisaat.
  4. Pembuatan DAM Resapan Air yang berguna untuk menahan air sesaat pada saat hujan, sehingga air tidak langsung masuk ke dalam tanah.
  5. Pembuatan 40 buah sumur resapan dengan kapasitas resapan sebesar 2.200 m3 untuk setiap sumur resapan yang tersebar di tiga desa yaitu, Desa Pasawahan, Desa Tenjolaya dan Desa Cisaat. Tujuan dari sumur resapan ini agar dapat bermanfaat untuk mengimbuh sumur masyarakat dan mengurangi genangan atau banjir serta membantu menyuburkan tanah.

Water Pond

Pemanen Air Hujan (PAH)

Sumur Resapan Inovatif


Sejak program dijalankan dan sampai saat ini, sebanyak 695 orang telah menerima manfaatnya. Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan program konservasi dengan harapan dapat bermanfaat untuk pelestarian air dan lingkungan serta berguna bagi masyarakat sekitar.





Seandainya sebagian program konservasi alam ini diterapkan di DKI Jakarta, mungkin gak ada lagi masyarakat yang kesulitan air bersih karena ada sebagian masyarakat di Jakarta yang masih membeli air bersih untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, dan yang pastinya bencana banjir yang sering menimpa kota Jakarta bisa diatasi. Semoga saja ada pihak-pihak terkait yang mau melaksanakannya.

Dan mulai sedini mungkin kita mengajari anak-anak kita tentang bagaimana menjaga kebersihan dengan jangan membuang sampah sembarangan apalagi buang sampai ke sungai karena bisa mencemari lingkungan. Kebiasaan ini akan berdampak panjang pada kebersihan air. Sungai mempunyai fungsi sebagai resapan air yang paling baik.

Agar kita bisa mewarisi air bersih untuk generasi kita nanti, ada baiknya kita mulai merawat alam dan menjaga kelestariannya dan menghemat penggunaan air dengan menggunakan seperlunya, dimulai dari diri kita sendiri dan lingkungan sekitar.




12 comments:

  1. Air punya peran yang sangat penting sekali, merawat air otomatis menjaga kelangsungan akan ketersediaan air, Terimakasih informasinya mba..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yukk mulai menghemat penggunaan air

      Delete
  2. Lengkap juga program konservasi yang dilakukan Danone-Aqua

    ReplyDelete
  3. Lengkap ya konservasi yang dilakukan Danone-Aqua didesa-desa

    ReplyDelete
  4. Pokoknya lingkungan dan sumber daya air nya kudu dilestarikan ya mak?

    ReplyDelete
  5. Jadi makin sadar akan pentingnya pelestarian air. Nggak kebayang deh kalau air habis di muka bumi ini.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Lebih baik nahan lapar drpd nahan haus ya ka

      Delete
  6. Entong sekali menjaga sumber air agar bisa tetap lestari hingga ke anak cucu kita nanti.

    ReplyDelete
  7. Alhamdulillah di indonesia gratis. Air australia berharga. Bisa bisa harga minuman juice 200.000 kalau di indonesia aja cuma 50.000

    ReplyDelete

Mohon jangan berkomentar SPAM, terimakasih.