Monday, 26 February 2018

Doa Bersama Untuk Keadilan Khojaly


Doa Bersama Untuk Keadilan Khojaly



Pada hari Minggu (25/02/2018) merupakan kesempatan kedua kalinya saya mengikuti kajian islam bulanan yang intens diadakan di mesjid Istiqlal. Kajian kali ini bersama dengan KH. Yusuf Mansyur. Pada kajian bulanan di minggu akhir bulan Februari ini ada yang spesial dengan hadirnya Mr. Ruslan Nasibov, Deputy Chief of Mission Kedutaan Besar Azerbaijan.




Acara selanjutnya ini yang paling ditunggu yaitu kehadiran ustadz KH. Yusuf Mansyur yang tidak lama berselang Mr. Ruslan Nasibov turut hadir yang disambut antusias oleh para hadirin yang ingin mengetahui apa yang sebenarnya terjadi di Khojaly. Setelah sebelumnya sempat diputar film tragedi Khojaly di Azerbaijan.

Minimnya informasi tentang tragedi Khojaly ini membuat masih banyak kalangan yang belum mengetahuinya, sebagai sesama muslim ustadz Yusuf Mansyur mengajak para hadirin untuk doa bersama untuk keadilan bagi Khojaly, dan ini merupakan ladang amal kita.


Keadilan untuk Khojali

Hari ini (26/02/2018) tepat 26 tahun yang lalu telah terjadi pembantaian disebuah kota kecil yang bernama Khojaly di kawasan Nagorny Karabakh. Azerbaijan menyebut tragedi itu sebagai Genosida. Setiap tahun Azerbaijan mengenang peristiwa pembantaian tersebut yang sampai sekarang belum ada tindakan keadilan bagi para korban, karena sampai saat ini belum ada pelaku pembantaian yang dimintai pertanggungjawaban hukum.

Khojaly adalah sebuah kota kecil di Azerbaijan yang berada di kawasan administratif negara bagian Nagorno Karabakh, di jalan Agdam - Susha, Khankendi (Stepanakert) - Askeran dekat dengan bandara wilayah ini. Berpenduduk tercatat melebihi 7 ribu jiwa. 

Akhir bulan Februari menjadi hari-hari yang mencekam di kota Khojaly, yang menjadi bagian dari Karabakh, wilayah kecil yang menjadi sengketa antara Armenia dan Azerbaijan. 
Ratusan orang Muslim, termasuk anak-anak, perempuan, dan orang tua, yang berasal dari rumpun etnik Azeri (Azerbaijan) dan kebanyakan tinggal di kota Khojaly, Karabakh, dibantai secara brutal oleh tentara militer Armenia.



Dalam beberapa jam saja di malam antara tanggal 25-26 Februari 1992, sebanyak 613 sipil terbunuh termasuk didalamnya 106 wanita, 83 anak-anak. 56 enam orang terbunuh secara sadis, 8 keluarga dimusnahkan secara total. 25 anak-anak kehilangan kedua orang tua, 130 anak-anak kehilangan salah satu orang tua, 1275 penduduk tak bersalah disandera dalam penyerangan ini dengan siksaan yang sangat menyakitkan pada kurun waktu 3 tahun pertama konflik ini.  

Sayangnya, tragedi pembantaian Muslim Khojaly oleh Militer Armenia pada Februari 1992 itu kemudian terlupakan begitu saja. Orang-orang banyak yang tak mengetahui perihal genosida mengerikan itu, sekalipun dewan HAM Internasional telah memutuskan Armenia melakukan kejahatan kemanusiaan atas kasus Khojaly.

Kampanye Kesadaran Internasional ini diprakarsai oleh Leyla Aliyeva pada tanggal 08 Mei 2008. Leyla Aliyeva adalah Koordinator Pusat Forum Konferensi Pemuda Islam untuk Dialog dan Kerjasama, sebuah forum yang saat ini memiliki motto "Keadilan untuk Khojaly, Kemerdekaan untuk Karabakh".

Kampanye ini dimaksudkan untuk membangkitkan kepedulian masyarakat dunia untuk terus melancarkan demontrasi dengan foto-foto kreatif dan gambar-gambar tentang fakta-fakta penderitaan konflik Karabakh dan pembantaian manusia di Khojali hingga menjadi wacana secara global melalui media pers, internet dan berbagai event.

Situs resmi dari kampanye ini adalah www.justiceforkhojaly.org. Situs ini berisi sebuah deklarasi perdamaian yang menyeru masyarakat internasional dalam rangka memperluas upaya-upaya solusi perdamaian terhadap konflik Nagorno Karabakh.

Kini sudah seperempat abad telah berlalu, semoga segera ada keadilan bagi para korban. Konflik selalu menyedihkan dan membuat kita miris karena konflik selalu mengorbankan para wanita dan anak-anak yang tidak berdosa. 
Luka di hati warga Azerbaijan belum sembuh.

Semoga semakin banyak lagi yang tergugah sehingga rakyat Azerbaijan bisa mendapatkan haknya kembali untuk menikmati hidup dengan tenang nyaman dan aman di negerinya sendiri.





2 comments:

  1. Sepandai-pandainya tupai melompat pasti akan jatuh juga. Aku percaya bahwa kebenaran akan terungkap. Bismillah untuk Khojali. #justiceforkhojaly

    ReplyDelete
  2. Wah aku baru tau tragedi khojaly dan karabah ini. Semoga suasana disana segera damai dan kondusif

    ReplyDelete

Mohon jangan berkomentar SPAM, terimakasih.