Wednesday, 29 November 2017

In Between Colors, Kisah Dua Dunia Lenny Agustin


In Between Colors, Kisah Dua Dunia Lenny Agustin


Saya lupa sejak kapan saya menyukai sosok seorang Lenny Agustin, saya suka penampilannya yang nyentrik, karyanya yang unik dan juga pribadinya yang humble. 
Penampilannya mudah dikenali dengan ciri khas warna rambut yang berwarna mencolok, buat sebagian orang mungkin agak aneh dengan warna rambut warna warni tapi saya melihat mba Lenny oke saja malah nyeni banget dan cocok dengan warna rambutnya yang colorfull.




Pada kesempatan kali ini mba Lenny mengadakan launching buku keduanya yang berjudul In Between Colors yang berlokasi di mal Lippo Kemang. Dibuku ini mba Lenny banyak mengungkapkan berbagai kegiatannya, mulai dari kariernya hingga keluarga. 

Buat banyak perempuan karier dan keluarga selalu menjadi pilihan yang sulit, dimana sebagai seorang perempuan kita tetap ingin berkarier menyalurkan ilmu yang sudah kita dapat dan juga menyalurkan hobby dan bakat tetapi disisi lain kita ingin urusan keluarga juga bisa berjalan seiring sejalan dengan karier. 
Lewat buku terbarunya ini mba Lenny seorang perempuan mungil yang cantik dan inspiratif banyak bercerita tentang semuanya.




Lewat buku ini saya ingin berbagi pengalaman dalam mewujudkan keseimbangan, ungkapnya. Dimana saya bisa mempertahankan keluarga dengan baik, melihat anak-anak cerdas dan dapat mencapai cita-citanya dan saya juga tetap bisa menyalurkan hobby dan pekerjaan saya dibidang fashion.

Buku In Between Colors ini ditulis oleh sahabatnya, Eko Wustuk. Lewat buku ini mba Lenny bercerita tentang awal ia menyukai desain, sejak usia 8 tahun ia suka menari dan memakai kostum dan lumayan banyak tarian yang mba Lenny kuasai, dari sana mba Lenny mengenal budaya dan pakaian.
sering ketika memakai pakaian ia berpikir bagaimana cara membuatnya. Melalui pakaian bekas yang sering ibunya buang mba Lenny kecil suka mengguntingnya dan menjahit baju untuk bonekanya. Dengan ditambah renda dan kancing membuat teman-temannya menyukai jahitan baju bonekanya.




Untuk ide berkarya mba Lenny terkadang mendapat inspirasi dari issue dan pola pikir yang tengah berkembang di masyarakat lalu digabungkan dengan karakter pribadinya. 
Untuk mewujudkan cita-citanya menjadi seorang desainer mba Lenny mengambil studi desain di tiga sekolah mode, desainer favoritnya. Mba Lenny juga bercerita tentang ketika pertama kalinya memulai peragaan busana.

Buku ini sangat ringan dan tidak membuat bosan pembacanya, lewat buku ini juga pembaca awam bisa mendapatkan pengetahuan tentang industri fashion di Indonesia. 
Dibuku ini juga mba Lenny bercerita tentang awal mula ia hijrah dari kota Surabaya ke Jakarta, yang diawalnya sempat ragu tentang kemampuanya bisa mempunyai teman di kota Jakarta.

Hanya lewat buku ini juga mba Lenny banyak bercerita tentang keluarganya. Dimana pertama kali ia berkenalan dengan suaminya hingga tentang pertumbuhan ketiga anaknya, Gavin, Deedra dan Nyra. Kisah perjuangan merintis karier dari bawah sangat inspiratif dan membuat saya berdecak kagum. Perjuangannya dalam menjalani rumah tangga dalam mengurus bayi, bekerja dan juga menjadi mahasiswa, kerjasama yang baik dengan suaminya dalam menjaga anaknya. 
Merupakan bagian perjalanan yang tak terpisahkan dari keberhasilan mba Lenny yang kini memiliki brand Lennor dan Lenny Agustin.

Mba Lenny dan suami dalam mendidik anak-anaknya memberikan kebebasan pilihan dan menerapkan komunikasi yang terbuka pada semua anak-anaknya namun tetap dalam pengawasan. Memberikan kemandirian pada anak-anaknya itu prinsip yang mba Lenny pegang bersama suaminya. Mba Lenny menerapkan hari Minggu khusus menjadi hari keluarga.

Membaca buku ini saya merasa seperti sedang ngobrol langsung dengan mba Lenny, saya suka dengan gaya berbicaranya yang lugas dan terbuka. 
Mba Lenny mendedikasikan buku ini untuk semua perempuan yang ingin mewujudkan mimpinya dan semua laki-laki yang mendukung pasangannya dalam menggapai mimpinya hingga bisa terwujud. 




Buku ini membuka mata kita bahwa perempuan Indonesia tidak perlu memilih antara dunia kerja dan rumah tangga, karena semua bisa kita jalani dengan baik bila pasangan kita mau membantu dan bisa diajak kerjasama. 
Kita boleh dan memang bisa menjalani keduanya.




8 comments:

  1. Sama mbak, akupun suka lewat buku ini kita jadi gampang paham ya bagaimana karakter dan jadi kenal lebih dekat dengan sosok perancang busana yang nyentrik ini. Tampilannya itu lho PD habis dan ramah pula. Membuat wanita lain ingin ikut maju juga

    ReplyDelete
  2. Anak berbakat sudah terlihat dari kecil. Baju boneka di buat sendiri. Waduh kalau jadi teman kecil mpo. Pasti minta di bikinin

    ReplyDelete
    Replies
    1. Seneng ya mpo klo pnya tmn yg kreatif 😁

      Delete
  3. Ceria tidak hanya tampak dari penampilan, sampai buku juga. Karikatur ok banget dan ada juga karikatur keluarga nya

    ReplyDelete
  4. Saya jadi fokus ke rambut Lenny Agustin. Lucu ya rambutnya :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nyentrik ya mba tp mba Lenny memang spesial 😉

      Delete

Mohon jangan berkomentar SPAM, terimakasih.