Friday, 14 October 2016

Mari Bersama Kita Cegah, Obati Dan Lawan Diabetes secara CERDIK




Mari Bersama Kita Cegah, Obati Dan Lawan Diabetes secara CERDIK


Penyakit diabetes bukan penyakit yang aneh terutama disekitaran saya, karena kakak lelaki saya, teman dan tetangga terdekat merupakan penderita diabetes. Diabetes adalah jenis penyakit yang tidak menular dan merupakan penyebab kematian tertinggi di dunia, dan  di Indonesia diabetes dengan komplikasi merupakan salah satu penyakit yang menjadi urutan ketiga penyebab kematian. 

Shierly Ge, Head of Marketing Sun Life Financial (foto:dokpri)

Sabtu (01/10/2016) bertempat di Café XX1 di mal Plaza Indonesia, saya berkesempatan hadir di acara gathering Blogger bersama Sun Life Financial yang bekerjasama dengan Kementrian Kesehatan Republik Indonesia yang membahas mengenai diabetes dengan tema cegah,obati dan lawan diabetes. Pada acara ini dihadiri oleh para narasumber yang sangat berkompeten di bidangnya yaitu dr. Lili Sulistyawati, MM Direktur penyakit tidak menular dari Kementrian Kesehatan RI, dan Prof. Sidartawan Soegondo, Spesialis Edokrinologi. Kali ini yang akan dibahas adalah penyakit diabetes mellitus. Acara pertama dibuka sambutan dari ibu Shierly Ge, Head of Marketing dari Sun Life Financial yang mengatakan tujuan diadakannya kegiatan ini adalah sebagai wujud tanggung jawab sosial (CSR) Sun Life Financial Indonesia yang menyangkut tiga hal yaitu Kesehatan, Pendidikan dan Kemanusiaan.


Prof. Sidartawan Soegondo, Spesialis Edokrinologi (foto:dokpri)



Sebenarnya apa sih diabetes itu? Pertanyaan yang sering dilontarkan orang awam. Diabetes adalah suatu kondisi dimana kadar gula (glukosa) dalam darah tinggi. Tubuh memproduksi insulin, suatu hormon yang dikeluarkan oleh pankreas, untuk memecah gula yang dikonsumsi dalam makanan. Penurunan produksi dan atau pemanfaatan insulin yang menyebabkan diabetes. Jika tidak diobati atau tidak terkontrol, diabetes dapat menyebabkan masalah serius seperti penyakit jantung, stroke, kebutaan, gagal ginjal dan amputasi kaki. Maka dari itu diabetes adalah ibu dari semua penyakit.

 
Penjabaran tentang diabetes tipe 1 & 2 (foto:dokpri)

Diabetes terbagi 2 tipe:

Diabetes tipe 1:

Biasanya diderita sejak kanak-kanak. Tidak diketahui penyebab tepatnya dan tidak dapat dicegah. Tubuh benar-benar berhenti memproduksi insulin karena perusakan sel pankreas yang memproduksi insulin oleh sistem kekebalan tubuh, karenanya si penyandang sangat bergantung pada terapi insulin untuk kelangsungan hidup dan pemeliharaan kesehatannya. 

Hal ini sebelumnya disebut diabetes juvenile karena biasanya didiagnosis pada orang dewasa muda atau anak-anak, atau diabetes insulin-dependent, karena terapi insulin sangat penting untuk kelangsungan hidup dan pemeliharaan kesehatan yang baik.

Diabetes tipe 2 :

Bentuk yang lebih umum dan diidap sekitar 90% penderita diabetes di seluruh dunia. Pankreas menghasilkan jumlah yang tidak memadai insulin, atau tubuh tidak mampu menggunakan insulin yang tersedia dengan benar. Diabetes tipe 2 biasanya terjadi pada orang dewasa, dan lebih sering terjadi pada orang yang kelebihan berat badan atau obesitas. Diabetes tipe 2 ini sebelumnya dikenal dengan diabetes onset dewasa atau diabetes tidak tergantung insulin. 

Pencegahannya  sebagian besar dengan diet, olahraga dan obat oral. Insulin diberikan hanya jika kadar gula darah tidak dapat dikontrol dengan obat oral. Lebih dari 80% dari diabetes tipe 2 ini dapat dicegah atau ditunda dengan mengurangi faktor resiko yang dapat menyebabkan terjadinya diabetes dan menjalani pola hidup sehat.

 
Faktor penyebab diabetes (foto:dokpri)

FAKTOR YANG BERESIKO TERKENA DIABETES TIPE 2


Riwayat Keluarga:
Jika seseorang memiliki orang tua atau saudara kandung dengan diabetes tipe 2, maka resiko mendapatkan diabetes meningkat.

Usia:
Resiko diabetes tipe 2 meningkat dengan bertambahnya usia, terutama setelah usia diatas 40 tahun. Ini mungkin terjadi karena aktifitas menurun, kehilangan massa otot dan berat badan berlebih karena meningkatnya usia. Tetapi dalam beberapa tahun terakhir diabetes tipe 2 meningkat secara dramatis dikalangan anak-anak, remaja dan dewasa muda.

Ras:
Orang-orang dari latar belakang ras tertentu ditemukan memiliki resiko yang lebih tinggi untuk terjadinya diabetes, meskipun alasannya belum diketahui.

Berat Badan Berlebih atau Obesitas:
Kelebihan berat badan merupakan faKtor resiko utama untuk diabetes tipe 2. Semakin banyak jaringan lemak yang dimiliki oleh seseorang, semakin resisten sel terhadap insulin. 

Kurang Aktifitas:
Zaman semakin canggih sehingga kehadiran teknologi semakin mempermudah kinerja manusia dan terkadang membuat kita semakin malas bergerak. Kurang melakukan aktifitas dapat berisiko seseorang terkena diabetes tipe 2.

Diet Tidak Sehat:
Diet kaya kalori, lemak jenuh dan gula serta rendah serat dapat menyebabkan peningkatan berat badan dan meningkatkan seseorang terkena diabetes.

Memiliki Tekanan Darah Tinggi:
Memiliki tekanan darah tinggi atau tingkat lipid yang tinggi juga menempatkan seseorang pada risiko mengembangkan diabetes.

Diabetes Gestational:
Perempuan yang mengalami diabetes selama kehamilan memiliki resiko terkena diabetes tipe 2. Jika bayi lahir dari ibu yang mengalami hal ini dan beratnya mencapai 4kg juga beresiko terkena diabetes di masa depan. Melakukan skrining teratur dan tepat waktu penting bagi perempuan yang telah menderita diabetes gestational. Dengan kontrol atau pengendalian gula darah yang baik, perempuan penyandang diabetes tetap dapat mengandung dan melahirkan bayi yang sehat.

Setiap perempuan dapat mengalami diabetes gestational, tetapi beberapa perempuan beresiko lebih tinggi terkena diabetes gestational dengan faKtor-faktor antara lain:
  • Usia diatas 25 tahun
  • Kelebihan berat badan sebelum kehamilan
  • Memiliki riwayat keluarga diabetes
  • Riwayat kadar glukosa darah meningkat
  • Pernah aborsi berulang atau melahirkan dan bayinya meninggal, atau pernah melahirkan bayi besar dan mengalami sindrom ovarium polikistik.
  • Gaya hidup yang kurang gerak, hipertensi dan penyakit kardiovaskular juga meningkatkan risiko terkena diabetes gestational.




GEJALA UMUM DIABETES TIPE 2

Salah satu hal penting untuk di ingat adalah bahwa diabetes tidak selalu menimbulkan gejala sampai gangguan ini pada tahap lanjut. Jika seseorang memiliki beberapa gejala berikut, bisa diduga terkena diabetes:

  • Diabetes dapat mempengaruhi mata. Kadar gula darah tinggi dapat menyebabkan lensa membengkak, dan pandangan dapat menjadi kabur atau berkabut. Orang yang terkena mungkin mudah lelah tanpa alasan yang jelas.
  • Buang air kecil lebih sering dari sebelumnya.
  • Mudah lapar dan makan lebih banyak dari biasanya.
  • Ada penurunan berat badan meskipun nafsu makan yang baik.
  • Seseorang mungkin menjadi sangat haus dan cenderung minum air berlebihan. Hal ini karena tubuh mencoba untuk mengkompensasi air yang hilang melalui urin.
  • Tingkat gula darah yang tinggi membuat sulit bagi tubuh untuk melawan infeksi. Luka tidak sembuh dengan mudah, mungkin sering infeksi pada kulit, kandung kemih atau gusi, dan gatal-gatal di daerah genital.
  • Ada mati rasa atau kesemutan di tangan dan kaki.
  • Untuk gejala diabetes tipe 1 lebih mendadak dan berat. Anak-anak dengan diabetes mengeluh kelelahan, kelemahan dan kadang –kadang dapat menunjukkan perilaku marah.


PENCEGAHANNYA

Untuk mengendalikan diabetes Kemenkes telah membentuk 13.500 pos pembinaan terpadu untuk memudahkan akses masyarakat melakukan deteksi dini penyakit diabetes. Selain itu Menteri Kesehatan menghimbau masyarakat untuk melakukan aksi CERDIK, yaitu dengan melakukan:
  • Cek kesehatan secara teratur untuk mengendalikan berat badan agak tetap seimbang dan tidak berisiko mudah terkena sakit. Periksa tensi darah, gula darah dan kolesterol secara teratur.
  • Enyahkan asap rokok dan jangan merokok.
  • Rajin melakukan aktifitas fisik minimal 30 menit sehari, seperti olahraga ringan, berjalan kaki, atau membersihkan rumah.
  • Diet yang seimbang dengan gizi seimbang, dan banyak mengkonsumsi buah dan sayuran, setidaknya tiga dan lima porsi buah dan sayuran dalam sehari. Sedapat mungkin menekan konsumsi gula, garam dan lemak jenuh. Konsumsi gula hingga maksimal 4 sendok makan saja atau 50 gram dalam sehari, hindari makanan manis atau yang berkarbonasi. 93,5% penduduk Indonesia kurang mengkonsumsi buah dan sayur.
  • Istirahat yang cukup.
  • Kelola stress dengan baik dan benar.


PENGOBATAN

Tujuan pengobatan adalah untuk menjaga tingkat gula darah agar sebaik mungkin mendekati normal. Jenis makanan dan tingkat aktifitas fisik memainkan peranan penting dalam mengendalikan gula darah, seperti halnya obat-obatan. Berbagai obat-obatan dapat dipergunakan untuk mengobati diabetes. Obat-obatan untuk diabetes harus diresepkan  hanya oleh dokter. Penting bagi penyandang diabetes untuk memahami bagaimana obat bekerja.

Selain menggunakan obat anti diabetes (oral), obat injeksi juga dapat digunakan. Insulin saat ini tidak tersedia dalam bentuk pil, karena itu harus disuntikkan. Ada juga obat-obatan non-insulin yang disuntikkan. 

Insulin adalah wajib bagi orang-orang dengan diabetes tipe 1. Untuk diabetes tipe 2 biasanya diobati dengan obat-obatan oral tapi suntikan insulin dapat diberikan jika obat-obatan oral tidak memadai untuk mengontrol tingkat gula darah.


10 penyakit penyebab kematian utama (foto:dokpri)

Pada tahun 2015 Indonesia menempati peringkat ke tujuh dunia untuk prevalensi penderita diabetes tertinggi di dunia bersama dengan China, India, Amerika Serikat, Brazil, Rusia dan Meksiko. Hampir 80% orang diabetes ada di negara berpenghasilan rendah dan menengah. Dan kebanyakan masyarakat umum bahkan  sekitar 70% tidak menyadarinya kalau menderita diabetes.

Mari kita mulai hidup sehat, kita bisa memulainya dari lingkup terkecil dulu yaitu keluarga terdekat, lingkungan terdekat dan masyarakat sekitar kita. cek kesehatan secara teratur, jaga pola makan dan gaya hidup. Bukankah mencegah lebih baik daripada mengobati. 
Yuk kita cegah, obati dan lawan diabetes sejak dini, mulai saat ini, karena kesehatan itu mahal.


21 comments:

  1. ibuku diabetes karena turuna krn bapak dan ibunya diabetes. Aku harus hati-hati denagn pola makan sehat ya

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya mau ga mau hrs dimulai dgn pola makan sehat mba tira ..slm sehat ya mba :)

      Delete
  2. Mari sama-sama hidup sehat.. ^^

    ReplyDelete
    Replies
    1. yukk mari mba riski kita mulai terapin pola hidup sehat :)

      Delete
  3. Mudah-mudahan kita tetap diberikan kesehatan oleh Allah Swt, dan kita doakan semoga yang sudah terkena diabetes agar lekas sembuh dan semangat.

    ReplyDelete
  4. makasih infonya Mbak sangat bermanfaat

    ReplyDelete
  5. Wah mulai sekarang harus jaga kesehatan baik2 nih mbak, penyebab2nya umum banget ya mbak.. kurang aktivitaslah, kurang makan sayur dan buah2anlah, merokoklah, alkoholah, wah untung saya gk seperti itu.. tapi saya harus terus menjaga pola hidup yang sehat mbak..
    Makasih banyak mbak infonya..

    ReplyDelete
    Replies
    1. yuk mari kita mulai hdp sehat dgn pola makan dan gaya hidup yg lebih baik :)

      Delete
  6. waduh aq termasuk yang jarang olahraga dan suka makan2an instan mba,.. harus cept tobat nih

    ReplyDelete
    Replies
    1. hehe..sy jg kadang masih, pelan-pelan aja yuk mulai merubah kebiasaan buruk dan mulai sayangi tubuh kita :)

      Delete
  7. Alhamdulillah saya setiap minggu pasti olahraga, dan terus berusaha untuk malakukan pola hidup yang sehat..

    ReplyDelete
  8. nah bener ini,, penyakit diabetes biasanya dari pola makanan yang salah.. yah jd mulai dari sekarang kudu mengatur pola makan biar g terkena diabetes

    ReplyDelete
  9. makasih atas infonya mbak sangat bermanfaat

    ReplyDelete
    Replies
    1. sama2 mas, terimakasih jg sdh berkunjung :)

      Delete
    2. sama2 n terima kasih jg sdh berkunjung ya mas :)

      Delete
  10. Kalau air tebu alami itu apa juga menjadi pemicu diabetes? mengingat konsumsinya langsung alami.

    ReplyDelete
  11. Waduh saya hari-hari ini sering banget buang kencing .
    Jangan jangan ..

    ReplyDelete

Mohon jangan berkomentar SPAM, terimakasih.