Sunday, 3 August 2014

FATAMORGANA

Tiba-tiba kurasakan malam semakin tanpa arti, adakah yang harus aku kenangkan lalu aku lupakan dan aku benamkan saat-saat bersama..trnyata baru kusadari semua tak ada, semua sirna dan lenyap tanpa cerita..dan ternyata semua fana ...ya semua hanya fatamorgana..

Tidak aku temukan lagi nada bicaramu yang tegas berbalut kata dengan nuansa galak yang mendominasi masa depan yang ingin kurajut, dibalik niat tulusku aku sendiri meragukan kemampuanku hidup dalam aturan-aturan yang bersifat dan terkesan otoriter. mampukan aku menjalaninya nanti, aku yang terbiasa hidup bebas menjalani rutinitas kesibukan, dan biasa tenggelam dalam rutinitas pekerjaan, dan bebas menjalani hari-hari kebebasan bersama teman-temanku di kota besar yang bernama ibu kota harus melipir menjalani hari-hariku nanti di ujung pulau yang mendekati negara tetangga, tanpa rutinitas dan hanya menjadi pendampingmu dan menjalani peranan dengan sebutan seorang istri dan calon seorang ibu yang hanya bisa menanti kepulanganmu.

Sebelum semuanya terwujud, akhirnya aku bisa menyuarakan suara hati kecilku, bahwa aku tidak sanggup menjalani peranan itu, aku menyerah...ya menyerah setelah kamu pun menyerah karena tidak juga mau mengikuti keinginanku..

Terkadang aku berpikir dunia ini tidak adil, tapi hidup tetap harus berjalan walau apapun yang terjadi, yakinlah...ya keyakinan itu yang selalu harus tetap aku agungkan dalam lubuk sanubari, one day akan datang masa itu.
Tuhanku kuatkan keyakinanku dan yakinkan agar jangan pernah tergoyahkan.

Ria@buchari

No comments:

Post a Comment

Mohon jangan berkomentar SPAM, terimakasih.