Friday, 27 January 2012

BADAI DI PAGI HARI


Sepekan sudah office boy kantor absen hadir, cukup membuat repot semua penghuni kantor, terutama saya sendiri karena mesti dateng lebih pagi dari yang lain dikarenakan tempat tinggal saya lebih dekat dengan lokasi kantor kena deh jatah pembuka pintu.

Dari ujung jalan pintu masuk komplek perkantoran sudah terlihat pohon-pohon besar di depan kantor saya bertumbangan, tadinya saya sempat berpikir “ini satpam komplek perkantoran iseng amat sih menebang pohon bukan nunggu hari libur aja biar tidak mengganggu lalu lintas parkiran kantor karena memenuhi jalan dan berserakan dahan-dahan pohon besar” kenapa saya sempat berpikir seperti itu karena disepanjang jalan yang saya lalui tidak ada tanda-tanda pohon tumbang karena akibat hujan angin besar semalam.

Begitu masuk saya langsung naik keruangan saya karena ruang kerja saya terletak di lantai 2, mulai deh saya memulai aktifitas, dari menyalakan modem, pc dan monitor, AC dan lain-lain, setelah itu turun ke lantai bawah untuk sarapan pagi.

Satu persatu teman saya mulai berdatangan, yang bermukim di lantai 3 berteriak ternyata ruangannya hancur langit-langit ruangannya hancur berantakan menimpa semua barang yang ada disana, rupanya semalam hujan badai menghancurkan atap kantor saya.

Ternyata bukan kantor saya aja yang kena, kantor sebelah juga mengalami hal yang sama, ya akhirnya seharian kerjanya bakti deh bersih-bersih kantor, namanya orang indonesia selalu merasa untung walaupun sudah terkena musibah hehe...untungnya tidak mengenai ruangan saya, jadi masih bisa sedikit bernafas lega :)


Ria@buchari

Monday, 23 January 2012

BUTIRAN CINTA




Masih adakah mimpi diatas mimpi, masih tersisakah butiran cinta,...

Coba kau katakan padaku apa yang seharusnya aku lakukan, bila larut tiba kerinduan semakin dalam hanya langit-langit kamarku yang menjadi saksi bisu mata enggan terpejam..

Dimana bisa aku temukan sosok itu, yang kian jauh hingga tak mampu terbias waktu siluetnya..

Sedetik waktu kadang datang menyapa, sewindu pergi menghilang, apa yang sebenarnya kamu cari, dan apa sebenarnya yang kamu inginkan...

Pergi saja sejauh mungkin dan jangan pernah kembali lagi, bila kau datang kembali tanpa sejumput angan dan harapan yang hanya akan mengikis rasa dan asa yang ada...

Entah apa sebutan yang pantas untuknya
Masih butuh berapa rasa lagi
Derita dalam jiwa kenapa tak engkau perdulikan...

Pernahkah kau coba membaca sorot mata dalam menyimpan rindu, sejuta impian dan sejuta harapan kenapa selalu engkau abaikan..

Biarkan semua hilang bersama angan yang pernah ada
Pergi kau pergi saja jauh dari hidupku dan jangan pernah kembali.....

Semoga masih menyadarinya sebelum sang waktu menghapus semuanya ...


Ria@buchari