Friday, 20 January 2012

MEMBASUH HATI



Sejuknya embun pagi menambah semangat nadine untuk olahraga ringan dipagi ini, ya telah seminggu ini nadine rajin menjalankan olahraga lari pagi di sekitar komplek rumah tempat tinggalnya, rutinitas pekerjaan yang sangat padat membuat nadine lupa sejenak menjalankan rutinitas lari paginya, olahraga murah meriah yang tanpa harus menjadi member yang bisa dilakukan sesuka hatinya tanpa aturan yang ada seperti di tempat-tempat fitness yang sering ia ikuti.

Sejam cukup rasanya menjalankan rutinitas olahraga ringannya, nadine siap-siap membersihkan diri dan menyiapkan segala keperluannya untuk kembali menjalankan rutinitas pekerjaannya di kantor.
Cantik, cerdas dan energik itulah sekelumit kepribadian seorang dara cantik yang bernama nadine, waktunya banyak dihabiskan dirumah keduanya alias dikantor untuk mengabdikan ilmu yang dia dapat, kegagalan dalam menjalin hubungan dengan lawan jenis telah membuat drinya workakholic, rutinitas pekerjaan yang padat semakin menenggelamkan rutinitas kesibukan nadine sehingga bisa membantu melupakan segala kekecewaan dan kegagalan yang pernah ia rasakan.

Dering suara dari mobile phonenya telah menyadarkan nadine dari lamunannya, ya selintas tadi nadine teringat akan kebersamaannya bersama gilang yang telah kandas, ia tidak habis pikir kenapa semua ini bisa terjadi padanya, di ambilnya handphone yang dari tadi menjerit-jerit minta di angkat, selintas dibaca dalam layar hpnya terdapat sebaris nama ‘gilang’ tertera disana, orang yang tadi sempat melintasi pikirannya sekarang mengontaknya, angkat ga ya dalam hati nadine, ada sedikit keraguan untuk menerima nada panggilan dari handphonenya.

Setelah ketiga kalinya nada panggilan itu terus berbunyi akhirnya dengan berat hati diangkat juga handphonenya, “assalamualaikum ada apa gilang”, dengan nada tanpa ekspresi dan dengan setengah hati nadine menjawab telponnya, rupanya gilang mengajak nadine untuk sekedar makan malam bersamanya, dengan halus nadine menolak ajakan gilang untuk makan malam, nadine tidak ingin bayang-bayang masa lalunya kembali mempermainkan hatinya, selamat tinggal gilang, kamu Cuma sepenggal masa lalu aku yang tak’an mungkin bisa kembali bersemayam dihatiku dalam hati nadine bergumam, aku sudah menikmati kesendirianku dengan nyaman tanpa kehadiranmu.
Ada kalanya kesendirian itu nikmat bila kita bisa mengisinya dengan kegiatan yang positif...


Ria@buchari